Nelayan Padang
Cuaca Buruk di Padang, Nelayan Purus Terpaksa 'Utang' ke Istri untuk Sambung Hidup
Alih-alih membawa pulang banyak ikan, dua minggu belakangan ia justru sering pulang dengan tangan hampa.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: afrizal
Hal itu berbeda dengan tahun 1980 an, ketika awal mula Aswandi melaut bersama teman-temannya yang berhasil membawa pulang banyak ikan.
"Tahun 1980 an tangkapan ikan banyak, dulu saya dan orang lain masih menggunakan alat-alat tradisional. Sekarang, sudah banyak alat canggih yang menangkap ikan dari kecil hingga besar," pungkasnya.
Meski begitu, ia tetap bersyukur dapat menghidupi keluarganya sebagai seorang nelayan selama 40 tahun lebih tersebut.
Ia menyebut, apabila hasil tangkapan tidak mendapatkan apa-apa selama beberapa hari, kehidupannya tetap dapat berjalan.
"Jadi saya mengelola uang dari untung menangkap ikan saat banyak, dikeluarkan untuk uang mesin kapal. Mulai dari Rp20.000, 50.000 hingga 100.000, jadi kalau tidak dapat apa-apa, pakai uang itu sementara, istilahnya tabungan, nanti diganti lagi," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/TAK-MELAUT-Aswandi-60-terpaksa-tidak-melaut-akibat.jpg)