Kecelakaan Beruntun di Padang

Daftar Korban Tabrakan Beruntun di Padang Besi, 4 Tewas 4 Luka-luka

Sebagian besar korban dibawa ke Semen Padang Hospital. Sementara satu korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Universitas Andalas

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Jembatan Padang Besi, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (10/5/2026) pagi
  • Total ada delapan korban dalam kejadian ini. Empat orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka
  • Seorang sopir truk yang selamat, mengaku sempat mendengar suara klakson nyaring dan panjang dari arah belakang sebelum truk Hino yang diduga mengalami rem blong menghantam kendaraannya serta 3 kendaraan pribadi lainnya

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Jembatan Padang Besi, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (10/5/2026) pagi, mengakibatkan empat orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Anggota Unit Lantas Polsek Lubuk Kilangan, Bripka Oyon Tanjung, mengatakan seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Total ada delapan korban dalam kejadian ini. Empat orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka,” kata Bripka Oyon Tanjung.

Berdasarkan data kepolisian, empat korban meninggal dunia seluruhnya berasal dari kendaraan Toyota Rush.

Nama Korban Meninggal Dunia: 

  • Arif Candra Efendi (40), pengemudi Toyota Rush. Korban merupakan warga Lubuak Lasih, Kota Solok.
  • Jhon Efendi (65), pedagang yang berdomisili di Simpang Rumbio, Solok. 
  • Efrialita (57), ibu rumah tangga asal Simpang Rumbio, Solok.
  • Del (60), ibu rumah tangga yang tercatat sebagai warga Singkarak, Solok.

Selain korban meninggal dunia, polisi juga mencatat empat korban luka-luka.

Nama Korban Luka-Luka: 

  • Syabi Budin (55), warga Labuah Tarok, Kota Solok. 
  • Arma Linda (53), warga Labuah Tarok, Solok.
  • Deni Wati (47), penumpang Toyota Kijang yang berasal dari Gunung Talang, Solok 
  • Ahmad Doni (44) asal Gunung Talang, Solok.

Baca juga: Lokasi Tabrakan Beruntun di Padang Basi Daerah Rawan, Warga: Saya Tak Pernah Lagi Tidur di Kamar

Selain itu dua orang supir truk juga terlibat dalam kejadian kecelakaan tersebut dengan nama Abdul Rahman (29) asal Indarung, Padang dan Jasman Rahim (50) asal Pesisir Selatan.

Abdul Rahman merupakan sopir truk Hino yang mengalami rem blong.

Sementara  Jasman Rahim sopir truk semen yang juga menjadi korban dan ikut dihantam kendaraan saat tabrakan beruntun.  

Satu korban lainnya merupakan pengemudi mobil Pajero yang masih dalam pendataan petugas.

Bripka Oyon Tanjung menjelaskan, sebagian besar korban dibawa ke Semen Padang Hospital (SPH). 

Sementara satu korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand).

“Korban dievakuasi ke rumah sakit setelah kejadian. Sebagian dibawa ke SPH dan satu korban dibawa ke RS Unand,” ujarnya.

Kronologi Tabrakan Beruntun

Bunyi klakson panjang memecah keheningan pagi di kawasan jembatan Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (10/5/2026). 

Suara yang berasal dari truk itu seolah menjadi pertanda maut sebelum kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi, sekitar pukul 08.00 WIB itu. 

Jasman (50), satu sopir truk yang selamat, mengaku sempat mendengar peringatan nyaring tersebut dari arah belakang sebelum truk Hino yang diduga mengalami rem blong menghantam kendaraannya serta 3 kendaraan pribadi lainnya. 

Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Rem Blong Jadi Pemicu Kecelakaan Beruntun di Padang, Sopir Truk Diamankan

"Saya dengar klakson panjang, tak lama langsung terdengar dentuman keras," kenang Jasman. 

Kepada jurnalis TribunPadang.com, Muhammad Afdal Afrianto yang ada di lokasi, Jasman menuturkan kecelakaan terjadi saat kondisi arus lalu lintas di kawasan tersebut masih sepi.

“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu kendaraan lagi sepi yang lewat,” kata Jasman kepada TribunPadang.com.

Bahkan truk semen yang dikendarai Jasman ikut dihantam oleh kendaraan Hino yang diduga rem blong. 

“Truk saya dihantam dari belakang oleh truk itu,” jelasnya.

Sebelum tabrakan terjadi, Jasman mengaku sempat mendengar suara klakson panjang dari arah belakang.

Namun tidak lama kemudian terdengar suara benturan keras dari sejumlah kendaraan.

“Saat mendengar klakson itu, saya dengar dentuman keras. Saat itu saya langsung mengambil arah ke sisi kiri jalan. Mobil saya dihantam bagian kiri,” ujarnya.

KECELAKAAN BERUNTUN - Penampakan kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun masih berada di lokasi di kawasan Padang Besi, Minggu (10/5/2026). Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
KECELAKAAN BERUNTUN - Penampakan kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun masih berada di lokasi di kawasan Padang Besi, Minggu (10/5/2026). Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Truk Hino tersebut baru berhenti setelah menabrak sebuah minibus pengangkut beras.

“Berhenti truk itu setelah menghantam mobil beras,” katanya.

Ia menyebut kecelakaan tersebut diduga truk hino mengalami rem blong. 

"Karena truk itu turun dalam kondisi rem blong," jelasnya. 

Meski kendaraannya mengalami kerusakan, Jasman mengaku tidak mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.

Dentuman Keras

Suara dentuman keras dari arah jalan raya masih terus membekas di ingatan Rita Bahar (70), warga kawasan Jembatan Padang Besi, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.

Minggu (10/5/2026) pagi, perempuan lanjut usia itu kembali dikejutkan dengan kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di depan kawasan tempat tinggalnya.

Kecelakaan tersebut melibatkan dua unit truk dan tiga mobil pribadi yang seluruhnya melaju dari arah Solok menuju Kota Padang.

Akibat musibah itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Warga Trauma Kejadian Lampau

Namun di tengah kepanikan dan proses evakuasi korban, ada ketakutan lain yang terus menghantui warga sekitar, terutama Rita.

Rumah yang ia tinggali berada tepat setelah turunan tajam di kawasan tersebut.

Menurut Rita, setiap kendaraan yang mengalami rem blong dari arah Solok berpotensi menghantam rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

Trauma itu bukan tanpa alasan.

TRAUMA- Kecelakaan yang terjadi kawasan jembatan Padang Besi bukan pertama kali terjadi. Rita seorang warga menuturkan cucunya juga menjadi korban mobil rem blong yang menghantam rumahnya beberapa tahun lalu di Kawasan yang sama tempat tabrakan beruntun Minggu (10/5/2026)
TRAUMA- Kecelakaan yang terjadi kawasan jembatan Padang Besi bukan pertama kali terjadi. Rita seorang warga menuturkan cucunya juga menjadi korban mobil rem blong yang menghantam rumahnya beberapa tahun lalu di Kawasan yang sama tempat tabrakan beruntun Minggu (10/5/2026) (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Beberapa tahun lalu, rumah Rita pernah dihantam sebuah mobil minibus yang mengalami rem blong. 

Peristiwa itu merenggut nyawa cucunya yang saat itu sedang tertidur di kamar.

“Saya sangat takut. Bahkan saya setiap hari tidak berani tidur di dalam kamar. Karena cucu saya yang seharusnya sekarang sudah kelas 6 SD meninggal dunia ditabrak mobil rem blong saat sedang tidur di kamarnya,” kata Rita Bahar kepada TribunPadang.com dengan suara bergetar.

Sejak kejadian itu, Rita mengaku memilih tidur di ruang tamu dibandingkan di kamar rumahnya.

“Saya tidak pernah lagi tidur di kamar. Siang malam saya tidur di ruang tamu karena takut ada mobil rem blong menghantam rumah,” ujarnya.

Dikenal Kawasan Rawan Kecelakaan

Menurut Rita, kawasan Jembatan Padang Besi sudah lama dikenal rawan kecelakaan, khususnya kendaraan truk yang mengalami rem blong saat melintasi turunan.

Ia bahkan menyebut pada tahun 2025 lalu, tetangganya juga kehilangan dua cucu akibat kecelakaan truk pengangkut CPO yang diduga mengalami rem blong.

“Di sini sudah sangat sering kecelakaan. Sebelah rumah saya juga kehilangan dua orang cucunya akibat kecelakaan. Rata-rata karena rem blong,” kenangnya.

Karena itu, setiap kali terdengar suara rem atau klakson panjang dari arah jalan raya, rasa takut kembali muncul di benak warga.

Rita meyakini, apabila truk Hino yang terlibat kecelakaan pagi tadi tidak menghantam pohon dan kendaraan lain, maka rumah warga bisa menjadi sasaran berikutnya.

“Kalau tadi truk itu tidak menabrak mobil dan pohon, mungkin rumah saya atau rumah sebelah yang dihantam,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah segera membangun pembatas jalan berbahan beton di sepanjang kawasan rawan tersebut untuk meminimalisir dampak kecelakaan.

“Kami berharap ada pembatas jalan beton. Jadi kalau ada mobil rem blong, tidak langsung menghantam rumah warga,” katanya.

Berharap Solusi Pemerintah

Hal senada juga disampaikan Adrian, seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian.

Menurutnya, kondisi jalan menurun membuat kawasan tersebut sangat rawan kecelakaan, terutama kendaraan berat.

“Karena ini kawasan penurunan, sangat rawan kendaraan mengalami rem blong. Kami yang berdagang di sini juga takut,” jelas Adrian.

Ia berharap ada solusi konkret dari pemerintah untuk mengurangi risiko kecelakaan di kawasan tersebut.

“Mungkin pemerintah tahu solusi yang tepat supaya tidak terus memakan korban jiwa,” katanya.

Sementara itu, kecelakaan beruntun yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved