Pengamen Meninggal di Padang

Kematian Karim Picu Aksi Massa di Padang, Keluarga Pertanyakan Status ODGJ dari Dinsos

Kematian seorang pengamen bernama Karim menyulut gelombang protes di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (27/4/2026).

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
KEMATIAN PENGAMEN KARIM - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Karim mengepung Kantor Dinas Sosial Kota Padang, Senin (27/4/2026). Pihak keluarga meminta Dinsos Padang untuk membuka seluruh data dan kronologi sejak Karim diamankan hingga dinyatakan meninggal dunia. 

Pantaun Reporter Tribunpadang, Arif Ramanda sekitar jam 15.30 WIB. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Karim menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Massa memulai pergerakannya sejak siang hari. Sebelum mendatangi Dinas Sosial, para pendemo terlebih dahulu mendatangi Kantor Satpol PP Kota Padang untuk menyuarakan tuntutan serupa terkait kematian tragis seorang pengamen bernama Karim.

Massa aksi tiba di Kantor Dinas Sosial Kota Padang sekitar pukul 15.30 WIB. Kehadiran mereka langsung disambut dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang sudah berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketegangan sempat meningkat saat massa mulai melakukan aksi bakar ban di depan pintu masuk kantor Dinsos. Kepulan asap hitam membubung tinggi ke langit, menjadi simbol kemarahan dan duka mendalam atas kepergian Karim.

Baca juga: Mantra Lokal Sajikan Cerita Masakan Nusantara Lewat Foodgraphic dan Kompetisi Memasak

Dalam aksi tersebut, hadir pula sosok Rafles, ayah kandung dari almarhum Karim. Dengan raut wajah penuh kesedihan namun tetap tegar, Rafles berdiri di barisan depan massa untuk menuntut keadilan bagi putra tercintanya.

Rafles menyampaikan orasi bahwa pihak keluarga hanya menginginkan transparansi dan keadilan yang seadil-adilnya atas kematian Karim yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kami datang ke sini hanya untuk satu hal, yakni keadilan. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anak saya," ujar Rafles dengan suara bergetar di hadapan massa aksi dan petugas keamanan.

Ia juga secara tegas meminta pihak Dinas Sosial Kota Padang untuk memberikan penjelasan secara menyeluruh. 

Menurutnya, ada banyak kejanggalan yang masih menyelimuti peristiwa kematian pengamen muda tersebut.

Baca juga: Parkir Kawasan Pantai Padang Hak Publik, Dishub Tegaskan Pedagang Tak Boleh Larang Pengunjung

"Dinsos harus menjelaskan semuanya. Jangan ada yang ditutup-tutup secara sepihak. Kami sebagai keluarga berhak tahu kronologi sebenarnya hingga Karim kehilangan nyawanya," lanjut Rafles dalam tuntutannya.

Aliansi mahasiswa yang mendampingi Rafles turut menyuarakan agar pihak berwenang melakukan investigasi mendalam.

Mereka menilai kematian Karim adalah potret kelam penanganan masyarakat marginal di Kota Padang.

Aksi bakar ban yang dilakukan massa merupakan bentuk protes atas lambannya respon dari instansi terkait.

Mereka mengancam akan bertahan di lokasi sampai ada perwakilan dari Dinas Sosial yang menemui mereka dan memberikan jawaban pasti.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penjagaan ketat guna memastikan aksi tetap berjalan kondusif.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved