Transisi Energi Sumbar Disorot, Warga Lokal Dinilai Belum Dapat Manfaat

Masyarakat lokal di sekitar lokasi proyek strategis energi di Sumatera Barat (Sumbar) selama ini hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
CAEJ: Forum Transisi Energi yang digelar di Universitas Andalas (UNAND), Rabu (15/4/2026). Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, tidak membantah potret kondisi lapangan yang disampaikan para akademisi dan aktivis. 

Helmi mengakui bahwa selama ini sering terjadi penolakan di lapangan karena kurang kuatnya pelibatan tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda sejak awal proyek.

"Hal-hal yang disampaikan adalah kenyataan yang terjadi di lapangan hari ini. Untuk itu, kami berterima kasih atas masukan ini," kata Helmi.

Ia menjelaskan bahwa ke depan, Pemerintah Provinsi Sumbar melalui RKPD 2027 berkomitmen untuk melakukan reposisi.

Pemerintah ingin mengubah status energi dari yang semula hanya dianggap sebagai infrastruktur, kini menjadi instrumen ekonomi bagi masyarakat.

"Masyarakat harus kita tempatkan menjadi subjek dalam reposisi energi tersebut. Dari infrastruktur menjadi instrumen ekonomi yang bisa diakses dengan baik," tegasnya.

Baca juga: Angin Kencang Melanda Kota Padang: Atap Rumah Warga Rusak Akibat Ditimpa Pohon Durian di Koto Lalang

Helmi juga menambahkan bahwa meskipun bauran energi terbarukan di Sumbar sudah mencapai 52 persen, tantangan terbesar tetap berada pada proses akuisisi lahan dan penerimaan masyarakat.

Melalui forum ini, diharapkan ada titik temu agar setiap proyek energi di Sumatera Barat tidak lagi melahirkan konflik, melainkan kesejahteraan nyata bagi warga sekitarnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved