Kekeringan di Padang
Ember dan Jeriken Hiasi Jalanan Kuranji Padang, Warga Berjuang Hadapi Krisis Air Bersih
Kondisi kekeringan yang melanda wilayah ini diketahui sudah berlangsung selama kurang lebih lima bulan terakhir hingga April 2026.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Kondisi ini memaksa Mariani dan warga lainnya untuk mempraktikkan gaya hidup hemat air yang sangat ketat demi mencukupi kebutuhan harian.
Mariani menceritakan bahwa dirinya harus sangat irit dalam menggunakan air, terutama untuk keperluan mandi anggota keluarganya.
"Sudah sekitar lima bulan kondisi kami begini. Kalaupun ada hujan, sumur memang sempat ada airnya lagi, tapi itu tidak lama, paling bertahan dua sampai tiga hari saja, setelah itu kering lagi," ujar Mariani saat ditemui
Warga harus berbagi air dengan sangat hati-hati agar tidak ada satu tetes pun yang terbuang sia-sia di tengah kondisi sulit tersebut.
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Hingga Malam Hari di Padang, Waspada Pohon Tumbang dan Banjir
Sementara itu, warga lainnya bernama Santi, mengeluhkan kualitas air hujan yang terpaksa digunakan warga untuk membersihkan diri.
“Mandi menggunakan air hujan memberikan sensasi yang berbeda di kulit, yakni terasa licin dan memberikan kesan tidak bersih meskipun sudah menggunakan sabun,”katanya.
Meski merasa tidak nyaman, warga mengaku tidak memiliki pilihan lain daripada tidak mandi sama sekali di tengah cuaca yang panas terik. (*)
| Bantuan Tangki Pemko Padang Tak Menentu, Warga Kuranji Tagih Solusi Permanen Masalah Kekeringan |
|
|---|
| Warga Kuranji Padang Terpaksa Mandi Air Hujan Akibat Krisis Air Bersih, Keluhkan Kulit Terasa Licin |
|
|---|
| 5 Bulan Kekeringan di Kuranji Padang, Warga Terpaksa Mandi Air Hujan Akibat Sumur Kering Kerontang |
|
|---|
| Lebaran di Depan Mata, Warga Kuranji Padang Krisis Air Bersih, Mariani: Tanah Sudah Benar-Benar Mati |
|
|---|
| Empat Bulan Kekeringan, Warga Kuranji Padang Bergantung pada Bantuan dan Air Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kondisi-kekeringan-yang-melanda-wilayah-ini-diketahui-sudah-ddgf.jpg)