Pengamen Meninggal di Padang

Tangis Keluarga Pecah di Pasar Raya Padang, Tak Terima Kematian Pengamen Karim Usai Diamankan

Pihak keluarga menuntut keadilan dan menolak keras penyebab kematian pengamen Karim yang dinilai penuh kejanggalan usai petugas Satpol PP

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
PENGAMEN MENINGGAL - Adik korban pengamen, Sri terlihat tak mampu menahan tangis saat aksi demonstrasi di pertigaan, depan Trend Shop, kawasan Pasar Raya Padang, Kamis (2/4/2026) siang. Sri tak terima kematian kakaknya, tangisnya pecah dan terlihat ditenangkan pihak keluarga lainnya. 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga pengamen Karim gelar aksi di Pasar Raya Padang, tangis pecah saat orasi.
  • Massa tuntut penjelasan kematian Karim yang meninggal setelah dibawa Satpol PP.
  • Spanduk “Karim bukan ODGJ” dan “Usut tuntas kematian Karim” dibentangkan.
  • Adik korban menangis dan menolak kakaknya disebut mengalami gangguan jiwa.
  • Keluarga desak polisi usut dugaan kekerasan sebelum Karim meninggal.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Isak tangis histeris keluarga pengamen Karim (32) seketika pecah saat menggelar aksi demonstrasi di pertigaan depan Trend Shop, kawasan Pasar Raya Padang, Kota Padang, Kamis (2/4/2026). 

Pihak keluarga menuntut keadilan dan menolak keras penyebab kematian pengamen Karim yang dinilai penuh kejanggalan usai petugas Satpol PP mengangkut korban.

Aksi demontrasi ini diikuti oleh pihak keluarga, masyarakat, pedagang hingga rekan pengamen Karim (32).

Karim (32) meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026), dua hari setelah diangkut Satpol PP Padang dari lokasi demonstrasi tersebut pada Senin (23/3/2036) lalu.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sejak pukul 14:07 WIB hingga 15:00 WIB, aksi berjalan cukup damai.

Baca juga: Keluarga Pengamen Karim Tolak Tuduhan ODGJ, Massa Gelar Aksi di Pasar Raya Padang Tuntut Keadilan

Spanduk-spanduk bertuliskan "Karim bukan ODGJ" dan "Usut tuntas pembunuh Karim" serta foto Karim (32) saat meninggal terpampang jelas saat aksi berlangsung.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, sejumlah pihak keluarga tampak histeris mengingat adiknya disebut ODGJ dan meninggal dalam kondisi tidak wajar.

Bahkan dalam orasi beberapa pihak keluarga, disebutkan ada dugaan kekerasaan yang dilakukan terhadap Karim saat dibawa Satpol PP sebelum meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026) lalu.

Diketahui juga, pihak keluarga yang hadir saat demonstrasi di lokasi Karim sempat dibawa Satpol PP Padang antara lain, ayah korban, kakak, adik dan sepupu.

"Tidak terima saya, tiap sore saya perhatikan saudara saya, tidak ada dia seperti itu," kata adik korban, Sri sembari menangis kepada keluarga lainnya.

Baca juga: Disnakertrans Sumbar Pastikan WFH Sektor Swasta Satu Hari Sepekan Tak Potong Gaji dan Hak Pekerja

Air matanya tak terbendung mengingat kejadian naas yang menimpa kakaknya bernama Karim tersebut.

Terlihat juga pihak keluarga lain menenangkan Sri, agar bisa menahan kesedihan atas meninggalnya Karim.

Selain itu, kakak korban bernama Yasin juga terlihat pecah tangis usai orasi saat aksi demontrasi berlangsung.

Yasin juga mengaku tidak menerima adiknya Karim disebut sebagai ODGJ dan meminta kepolisian mengusut tuntas kematian korban.

Tak Terima Tuduhan ODGJ

Puluhan masyarakat, pedagang, hingga rekan sesama pengamen menggelar aksi demonstrasi di kawasan Pasar Raya Padang, Kamis (2/4/2026) siang.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved