Idul Fitri 2026
Warga Padang Salat Idul Fitri 2026 Selama 4 Hari Beruntun, Mulai Naqsabandiyah Hingga Pemerintah
Warga Kota Padang, Sumatera Barat gelar salat Idul Fitri 4 hari beruntun sejak 18 hingga 21 Maret 2026.
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Warga Padang gelar salat Idul Fitri selama 4 hari, mulai 18 hingga 21 Maret 2026
- Perbedaan metode penentuan 1 Syawal jadi penyebab waktu Id berbeda
- Naqsabandiyah lebih dulu salat, disusul kelompok lain hingga pemerintah
- Setiap lokasi punya cara dan tradisi sendiri dalam merayakan Id
- Fenomena ini jadi sorotan, bagaimana satu kota bisa Lebaran empat kali?
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Warga Kota Padang, Sumatera Barat gelar salat Idul Fitri 4 hari beruntun sejak 18 hingga 21 Maret 2026.
Perbedaan metode penentuan 1 Syawal membuat warga Padang gelar salat Idul Fitri 4 hari beruntun di sejumlah wilayah dengan waktu berbeda.
Rangkaian hari kemenangan ini bermula sejak Rabu (18/3/2026) hingga puncaknya pada Sabtu (21/3/2026) sesuai dengan ketetapan pemerintah pusat.
Fenomena warga Padang gelar salat Idul Fitri 4 hari beruntun terjadi karena kelompok masyarakat menggunakan metode hisab, rukyah, serta pedoman organisasi masing-masing dalam menentukan akhir Ramadan.
Perbedaan tersebut membuat warga Padang gelar salat Idul Fitri 4 hari beruntun di masjid, surau, hingga lapangan terbuka di Kota Padang dengan waktu yang tidak bersamaan.
Baca juga: Waspada Hujan Lebat di Sumbar Sore Lebaran 21 Maret 2026, BMKG: Pesisir Selatan Hingga Padang
Naqsabandiyah Mulai 18 Maret di Lubuk Kilangan
Pelaksanaan salat Id dimulai pada 18 Maret 2026 oleh jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Masjid Jami’ Lubuk Sarik, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Sejak pagi, jemaah mulai berdatangan ke lokasi untuk mengikuti salat berjemaah. Salat dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 09.00 WIB.
Riski Rafandi bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan tersebut. Ia menyampaikan khutbah di hadapan jemaah menggunakan bahasa Arab.
Dalam keterangannya, Riski menjelaskan bahwa penetapan Idul Fitri dilakukan setelah jemaah menyelesaikan puasa selama 30 hari sejak 16 Februari 2026.
"Kami sudah menunaikan puasa sejak 16 Februari. Jadi, hari ini hitungannya sudah genap satu bulan penuh atau 30 hari," ujarnya.
Ia menyebut metode yang digunakan merupakan gabungan antara hisab dan rukyah serta merujuk pada Kitab Munjid sebagai pedoman.
Baca juga: BPBD Padang Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak di Pantai Selama Libur Lebaran 2026
Metode tersebut tidak hanya mengandalkan perhitungan, tetapi juga mencocokkan dengan pengamatan bulan secara langsung.
Selain itu, jemaah juga berpegang pada dalil, ijma, dan qiyas dalam menentukan awal dan akhir bulan Ramadan.
Pelaksanaan ini menjadi hari pertama rangkaian warga Padang gelar salat Idul Fitri 4 hari beruntun di Kota Padang.
Jemaah Pauh Lanjutkan 19 Maret di Surau Baru
Pada 19 Maret 2026, jemaah Naqsabandiyah di Surau Baru, Kecamatan Pauh, melaksanakan salat Id.
| Padang Diserbu 183 Ribu Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026, Pantai Air Manis Masih Jadi Primadona |
|
|---|
| Main Air Sepuasnya Hanya Rp10.000, Pemandian Lubuk Minturun Jadi Primadona Wisata Murah di Padang |
|
|---|
| Penumpang di BIM Meningkat 4,6 Persen pada Arus Balik Lebaran 2026, Jumlahnya Capai 57.735 Orang |
|
|---|
| Lubuk Minturun Padang Kembali Ramai, Tawarkan Wisata Air Segar dengan Tarif Bersahabat |
|
|---|
| Arus Lalin Tersendat di Simpang MTsN Ganting Padang Panjang, Polisi: Imbas Bus Menanjak Pelan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Salat-Idul-Fitri-2026-jemaah-tarekat-Naqsabandiyah-1832026.jpg)