Kekeringan di Padang

Sambil Puasa, Warga Kuranji Padang Terpaksa Angkut Baskom Berisi Air Bersih Akibat Kekeringan

Memasuki minggu kedua Ramadan, warga di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang harus berhadapan dengan krisis air bersih

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
KEKERINGAN: Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, warga di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, masih harus bergelut dengan krisis air bersih yang tak kunjung usai. Pantauan di lapangan pada Senin (23/2/2026), menunjukkan pemandangan di mana puluhan ember berbagai ukuran hingga tangki air (tedmond) berjejer di halaman rumah warga. 

Ringkasan Berita:
  • Krisis air Kuranji masih terjadi saat Ramadan, warga antre dan menampung air setiap hari
  • Kebutuhan air naik untuk sahur, berbuka, dan bersuci
  • Warga angkut air pakai baskom sambil menahan lapar dan dahaga
  • Sumur warga kering, hanya sempat terisi setelah hujan singkat
  • Gangguan aliran Lambung Bukik diduga jadi penyebab utama krisis air

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Memasuki minggu kedua Ramadan, warga di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang harus berhadapan dengan krisis air bersih yang kian menyiksa.

Aktivitas fisik berat mengangkut air kini menjadi rutinitas harian warga di tengah menjalankan ibadah puasa.

Pantauan di lapangan pada Senin (23/2/2026), menunjukkan pemandangan di mana puluhan ember berbagai ukuran hingga tangki air (tedmond) berjejer di halaman rumah warga.

Pemandangan ini seolah menjadi monumen bisu atas krisis air bersih yang melanda kawasan tersebut selama berbulan-bulan.

Sejumlah tedmond atau tangki penampungan air milik warga juga tampak menganga, menunggu giliran diisi oleh bantuan armada tangki air dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Baca juga: Ringankan Beban Warga Pariaman Menyambut Ramadan, Andre Rosiade Serahkan 1.500 Paket Sembako

KEKERINGAN DI PADANG - Puluhan ember berbagai ukuran hingga tangki air (tedmond) berjejer di halaman rumah warga di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (23/2/2026). Pemandangan ini seolah menjadi monumen bisu atas krisis air bersih yang melanda kawasan tersebut selama berbulan-bulan.
KEKERINGAN DI PADANG - Puluhan ember berbagai ukuran hingga tangki air (tedmond) berjejer di halaman rumah warga di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (23/2/2026). Pemandangan ini seolah menjadi monumen bisu atas krisis air bersih yang melanda kawasan tersebut selama berbulan-bulan. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Kondisi kekeringan ini dirasakan sangat menyiksa, terlebih saat ini umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. 

Air yang biasanya melimpah dari sumur warga, kini tak lagi menampakkan tanda-tanda kehidupan.

Maini, salah seorang warga terdampak, menuturkan bahwa sumur di rumahnya sudah benar-benar kering kerontang. 

Harapan sempat muncul ketika hujan turun beberapa malam lalu, namun itu hanya kebahagiaan sesaat.

Baca juga: Dukung Pemulihan Pascabanjir, TP PKK Padang Pariaman Salurkan Bantuan Sembako di Ulakan Tapakis

"Sempat berair sedikit pas awal puasa kemarin karena ada hujan semalam atau dua malam itu. Tapi setelah itu, ya kering lagi sampai sekarang," ujar Maini dengan nada lesu saat ditemui di kediamannya, Senin siang.

Senada dengan Maini, warga lainnya bernama Mei, mengungkapkan betapa sulitnya mengatur pola konsumsi air di tengah keluarga. 

Ia bahkan harus bersikap keras kepada anak-anaknya agar tidak menghambur-hamburkan air.

"Saya suruh hemat air anak-anak. Kalau mandi atau wudu jangan dibuang-buang. Kalau hujan lebat turun, kami langsung gerak cepat menampung air apa adanya," kata Mei.

Kekeringan yang melanda Kelurahan Kuranji ini diduga dipicu oleh gangguan pada aliran Lambung Bukik. Hal ini menyebabkan sumber air utama warga tidak lagi mampu menyuplai kebutuhan harian mereka.

Baca juga: Tabuhan Rebana Jadi Penanda, Yota Balad Launching Pesantren Ramadhan SD dan SMP se-Pariaman

Terhitung sudah empat bulan lebih warga di sana harus bertahan hidup dengan keterbatasan air. Meski bantuan air bersih dari pemerintah rutin datang setiap hari, warga mulai merasa kelelahan secara fisik dan mental.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved