Kota Padang
Pasar Bandar Buat Padang Macet Gegara Penyempitan Jalan dan Banyak Kendaraan Parkir di Badan Jalan
Di depan pasar terlihat banyak kendaraan yang terparkir di badan jalan, mulai dari sepeda motor, minibus hingga truk.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Kemacetan terjadi di kawasan Jalan Raya Bandar Buat, Kota Padang, Selasa (17/2/2026).
- Kemacetan dipicu oleh penyempitan jalan di depan pasar.
- Di depan pasar terlihat banyak kendaraan yang terparkir di badan jalan, mulai dari sepeda motor, minibus hingga truk.
- Kemacetan mulai terurai setelah melewati Pasar Bandar Buat.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Arus lalu lintas dari arah Padang menuju Solok melalui Sitinjau Lauik terjadi kemacetan di Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan pada Selasa (17/2/2026) siang.
Kemacetan di lokasi tersebut dipicu oleh penyempitan jalan di depan Pasar Bandar Buat, Kota Padang.
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 10.47 WIB, ujung kemacetan berada di Yayasan Pendidikan Lubuk Kilangan (YPLK) SMP Lubuk Kilangan.
Bahkan, dari arah Padang menuju Solok tepatnya di kawasan Bandar Buat sudah terbentuk tiga jalur. Sehingga penyempitan jalan tak bisa dihindarkan.
Baca juga: Update Lalu Lintas Padang-Solok Selasa 17 Februari 2026, Sitinjau Lauik Macet Pagi Ini
Dering klakson juga bersahutan, menambah kesumpekan saat terjebak kemacetan.
Sementara itu, untuk kendaraan roda dua masih bisa memotong jalur di sela-sela minibus antre satu sama lain.
Para pengendara roda dua terlihat memotong ke arah kiri, karena di bagian kanan akses jalan sudah dipenuhi minibus dan truk.
Hingga akhirnya, kemacetan mulai terurai setelah melewati Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang.
Di depan pasar terlihat banyak kendaraan yang terparkir di badan jalan, mulai dari sepeda motor, minibus hingga truk.
Baca juga: Hasil Operasi Keselamatan Singgalang 2026: Penindakan Turun 79 Persen, Kecelakaan Naik 20 Persen
Karena penyempitan jalan inilah, diduga menjadi pemicu kemacetan di Bandar Buat, tepatnya dari arah Padang ke Solok.
Salah satu pengendara, Rian mengatakan kemacetan terjadi cukup panjang di Bandar Buat.
Ujung kemacetan berlokasi di dekat YPLK SMP Lubuk Kilangan, hingga berakhir di Pasar Bandar Buat.
Rian menyebut, dirinya kesulitan saat melintas di kawasan tersebut.
Dirinya merasa kesulitan untuk mendahului kendaraan yang ada di depannya, dikarenakan akses yang sempit.
"Jalurnya sudah dipenuhi, sulit memotong, setelah pasar itu sudah mulai lancar lagi," katanya saat memberikan keterangan.
Hingga berita ini ditayangkan, kemacetan masih berlangsung di lokasi.
Sitinjau Lauik Macet pada Pagi Hari
Kemacetan terjadi pada arus lalu lintas dari Padang menuju Solok maupun sebaliknya di jalur Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (17/2/2026) pagi.
Kemacetan ini diduga dipicu oleh truk rusak maupun gagal menanjak dari arah Padang menuju Solok.
Berdasarkan keterangan pengendara yang melintas di jalur Sitinjau Lauik, terdapat beberapa truk rusak yang dapat ditemui mulai dari kawasan Panorama 1 hingga Panorama 2.
Informasi yang dihimpun TribunPadang.com, kemacetan ini dilaporkan terjadi sejak Selasa dini hari, yang diduga akibat adanya truk gagal menanjak di Panorama 1.
Baca juga: Berita Populer Padang: Bundo Kanduang Masak Lamang Sambut Ramadan dan Persiapan Perayaan Imlek 2026
Salah satu pengendara, Freddy, mengatakan arus lalu lintas di Sitinjau Lauik terjadi kemacetan pada Selasa pagi.
"Pagi ini di Sitinjau Lauik mengalami kemacetan akibat banyak truk yang mengalami kerusakan," ungkap Freddy, saat dikonfirmasi TribunPadang.com via pesan WhatsApp sekitar pukul 08.29 WIB.
Dijelaskan, bahwa sebuah truk terlihat mengalami kerusakan di kawasan Panorama 1, dan posisinya memakan badan jalan.
Kemudian, terdapat dua unit truk lainnya yang juga mengalami kerusakan di kawasan Panorama 2.
Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Teror Beruang di Dharmasraya dan Pasbar, Banjir di Agam dan Padang Pariaman
Akibatnya, arus lalu lintas Padang menuju Solok atau sebaliknya menjadi terganggu hingga terjadi kemacetan, karena terjadi penyempitan jalan.
Kendaraan dilaporkan masih dapat melintas, namun laju kendaraan sangat lambat akibat antrean kendaraan dan diberlakukannya sistem buka tutup.
Jika volume kendaraan terus meningkat dan pengendara tidak bersabar, maka kemacetan panjang bisa saja terjadi.
"Akses lalu lintas pagi ini belum buka tutup, masih bisa lewat satu-satu," sebuntya.
Senada, pengendara lainnya bernama Ajis, mengungkapkan arus lalu lintas di Sitinjau Lauik terjadi kemacetan.
Baca juga: Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Salat Tarawih Malam Ini, Besok Mulai Puasa Ramadan 2026
Volume kendaraan cukup banyak, sehingga membentuk tiga jalur. Oleh sebab itu terjadi penyempitan dan tak bisa terburu-buru.
Diketahui bahwa jalur Sitinjau Lauik dikenal sebagai salah satu ruas jalan ekstrem dan berbahaya di Sumatera Barat.
Berada di kawasan perbukitan terjal Kota Padang, jalur ini menjadi penghubung utama antara Kota Padang dan Kabupaten Solok, sekaligus bagian penting dari Jalan Lintas Sumatera.
Secara geografis, Sitinjau Lauik terletak di wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan, dengan jarak sekitar 19,4 kilometer dari Kantor Gubernur Sumbar.
Jalur ini membentang di kawasan pegunungan Bukit Barisan dengan kontur medan yang menantang, berupa tanjakan dan turunan curam, tikungan tajam, serta tebing dan jurang.(*)
| Festival Literasi 2026, Pemko Padang Genjot Indeks Pembangunan Literasi yang Masih Rendah |
|
|---|
| Indeks Literasi Rendah, Wali Kota Targetkan Festival Literasi 2026 Dongkrak Minat Baca di Padang |
|
|---|
| Pemko Padang Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah untuk 55 KK Terdampak Bencana |
|
|---|
| Wako Padang Fadly Amran dan Anggota DPR RI Tinjau Pengembangan SPAM Taban 3 di Palukahan |
|
|---|
| Sinergi Kejari dan DPRD Padang Tekan Peredaran Narkotika, 90 Persen Perkara Didominasi Kasus Narkoba |
|
|---|