Berita Populer Padang

3 BERITA POPULER PADANG: Bandar Judi ditangkap, Kunker Menaker dan Perpustakaan Baru

seorang pria berinisial YC alias Yoa (48) ditangkap Tim 1 Klewang Polresta Padang di kawasan Cendana

Tayang:
Editor: Rahmadi
Dokumentasi/Polresta Padang
OPERASI PEKAT- Petugas kepolisian dari tim Klewang Polresta Padang berfoto dengan satu orang yang diduga sebagai bandar judi toto gelap (togel) pada hari pertama pelaksanaan Operasi Pekat Singgalang 2026. 

Ia pun menitipkan pesan khusus kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang agar mampu menjadikan gedung tersebut sebagai ruang yang hidup dan menarik.

Menurut Fadly, perpustakaan modern harus bertransformasi seperti di sejumlah negara maju.

Ia mencontohkan perpustakaan di Inggris yang telah berkembang menjadi pusat komunitas atau community center, bukan sekadar tempat menyimpan buku.

Baca juga: Padang Fokus Kuliner, Fadly Amran Teken Adendum PMK3I Menuju Kota Gastronomi Dunia

“Perpustakaan harus mendekatkan diri dengan kegiatan masyarakat dan mengadopsi kemajuan teknologi. Jangan sampai gedungnya indah, koleksi lengkap, tapi tidak hidup dan tidak memberdayakan potensi yang ada,” katanya.

Ia menilai posisi perpustakaan yang berdekatan dengan Youth Center menjadi peluang besar. Setiap hari, kawasan tersebut ramai dikunjungi anak muda yang belajar dan berdiskusi.

“Ini sudah dekat dengan anak-anak muda, dekat dengan komunitas. Akses sudah kita hantarkan sampai ke pintu rumah melalui taman baca masyarakat. Tinggal bagaimana membuatnya menjadi magnet,” tegasnya.

Fadly mendorong agar perpustakaan rutin menggelar kegiatan yang melibatkan penulis, jurnalis, penerbit, hingga komunitas literasi.

Ia juga meminta kolaborasi diperkuat dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar yang lokasinya berdekatan dengan gedung perpustakaan.

Baca juga: Wako Padang Pimpin Rapat Bulanan, Bahas Rehab Rekon Pascabencana hingga Persiapan Ramadan

Menurutnya, ampiteater yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk bedah buku karya pelajar, guru, ASN, maupun masyarakat umum.

“Saya banyak bertemu anak-anak muda yang sudah menulis novel dan buku. Kita harus beri ruang untuk launching dan bedah buku. Penulis adalah kebanggaan kota, dan itu harus kita hargai,” ujarnya.

Selain itu, Fadly meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan intens berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Perpusnas RI guna memperkaya program dan kegiatan.

Ia juga menyiapkan dukungan anggaran penataan kawasan agar terintegrasi antara Youth Center, perpustakaan, dan kantor PWI.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya literasi di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan belum tentu terverifikasi kebenarannya.

Baca juga: Pemko Padang Tegaskan Relokasi Pedagang Pasar Raya Final, Tak Ada Pengecualian Ramadan

Menurutnya, buku dan pendekatan ilmiah tetap menjadi rujukan penting dalam membangun masyarakat yang kritis dan berdaya saing.

“Di era informasi yang serba singkat, kita harus hati-hati. Di sinilah pentingnya buku dan pendalaman ilmu yang berbasis pendekatan ilmiah. Itu tugas mulia perpustakaan,” katanya.

Fadly berharap keberadaan perpustakaan ini sejalan dengan visi “Padang Amanah”, terutama dalam penguatan pendidikan, kredibilitas, dan budaya literasi masyarakat.

“Saya titip kepada Dinas agar menyiapkan program-program yang strategis dan menarik. Tujuannya besar dan mulia, maka pengelolaannya juga harus serius,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved