Harga Bahan Pokok di Padang

Beras Solok Tembus Rp18.500 per Kg di Padang, Pedagang Ramal Harga Beras Turun saat Ramadan

Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, fluktuasi harga kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat di Kota Padang.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi

Ringkasan Berita:
  • Harga beras di Kota Padang mulai naik menjelang Ramadan dan terasa di pasar tradisional
  • Kenaikan paling terlihat pada Beras Solok yang kini tembus Rp 18.500 per kilogram
  • Pedagang menyebut beras premium paling terdampak kenaikan harga
  • Beras SPHP masih jadi pilihan termurah di tengah kondisi harga saat ini
  • Pedagang memprediksi pergerakan harga berubah saat Ramadan hingga pasca Lebaran

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, fluktuasi harga kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat di Kota Padang.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah beras.

Pantauan di Pasar Raya Padang pada Rabu (4/2/2026), harga beras kualitas unggulan kini mulai merangkak naik dibandingkan hari-hari biasanya.

Apri, salah seorang pedagang beras di Pasar Raya Padang, mengungkapkan bahwa saat ini harga beras memang tergolong sedang tinggi atau mengalami kenaikan.

Menurut Apri, kenaikan harga paling terasa pada beras jenis premium atau beras lokal yang menjadi primadona warga Sumatera Barat, yakni Beras Solok.

Baca juga: BPKB Hilang Kena Banjir? Ditlantas Polda Sumbar Buka Layanan Khusus, Urusan Jadi Cepat dan Mudah!

"Untuk sekarang harganya tergolong naik. Biasanya Beras Solok itu dijual di kisaran harga Rp 17.000 per kilogram, tapi saat ini sudah mencapai Rp 18.500 per kilogram," ujar Apri saat ditemui di kiosnya.

Kenaikan sebesar Rp 1.500 per kilogram ini dinilai cukup memberi dampak bagi daya beli masyarakat yang selama ini bergantung pada beras kualitas nomor satu tersebut.

Bagi masyarakat yang mencari alternatif lebih terjangkau, Apri menyebutkan bahwa Beras SPHP dari pemerintah masih menjadi opsi termurah di pasaran saat ini.

"Paling murah itu beras SPHP atau beras pemerintah. Harganya dipatok Rp 13.100 per kilogram," jelasnya kepada TribunPadang.com.

Dengan rentang harga antara Rp 13.100 hingga Rp 18.500 per kilogram, masyarakat kini memiliki beberapa pilihan sesuai dengan isi dompet masing-masing di tengah kondisi harga yang tidak stabil.

Baca juga: Warga Curiga 2 Pria Masuk Rumah Kunci Pintu Jam 9 Pagi, Pasangan Sesama Jenis di Pariaman Digerebek

Uniknya, Apri memprediksi bahwa harga beras justru berpotensi mengalami penurunan saat memasuki bulan puasa nanti. Hal ini berdasarkan pola konsumsi masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau bulan puasa biasanya harga malah turun. Karena orang makan biasanya berkurang dibandingkan hari biasa," tuturnya.

Pola penurunan harga ini biasanya berlanjut hingga momen lebaran atau Idul Fitri. Menurutnya, stok yang mencukupi dan pola konsumsi yang stabil membuat harga cenderung melandai saat hari raya.

Namun, para konsumen diminta tetap waspada setelah momen lebaran usai. Berdasarkan pengalaman pedagang, kenaikan harga justru sering terjadi pada pertengahan tahun.

"Harga beras di bulan 6 dan bulan 7 biasanya naik kembali. Itu momen setelah lebaran," tambah Apri.

Baca juga: Puasa Tanpa Rumah dan Surau, Nurlis Korban Banjir Bandang Pauh Padang Bertahan di Atas Bukit

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved