Banjir di Padang
Satu Bulan Jembatan Unand–Limau Manih Putus, Warga dan Mahasiswa Harus Memutar Dua Kilometer
Sudah satu bulan berlalu sejak banjir bandang melanda aliran Sungai Batu Busuk, namun jembatan di Koto Panjang, Limau Manih, Kota Padang
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Jembatan Unand–Limau Manih putus sejak banjir bandang Sungai Batu Busuk akhir November 2025.
- Akses utama warga dan mahasiswa menuju Limau Manih, Banda Buek, dan Indarung terhenti.
- Warga dan mahasiswa terpaksa memutar hingga dua kilometer.
- Warga sempat membuat jembatan darurat, namun kembali hanyut diterjang banjir susulan.
- Hingga kini, belum ada perbaikan atau jembatan sementara dari pemerintah.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sudah satu bulan berlalu sejak banjir bandang melanda aliran Sungai Batu Busuk, namun jembatan di Koto Panjang, Limau Manih, Kota Padang, hingga kini belum mendapat perhatian pemerintah, Senin (22/12/2025).
Jembatan yang berlokasi di samping gerbang utama Universitas Andalas (Unand) ini merupakan jalur vital bagi warga yang menuju Limau Manih, Banda Buek, hingga Indarung.
Jalur Vital Mahasiswa dan Pelajar Lumpuh
Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan penyangga aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Akibat jembatan putus, warga dan mahasiswa harus memutar sejauh dua kilometer.
Seorang warga setempat, Mardus (76), menceritakan bahwa kerusakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 23 November dan 26 November 2025.
"Kerusakan pertama membuat setengah jembatan ambruk karena hantaman kayu gelondongan. Warga sempat gotong royong membuat jembatan darurat dari pohon pinang agar pelajar bisa lewat," kenang Mardus.
Kondisi Kian Parah Setelah Banjir Susulan
Namun, jembatan darurat tersebut tak bertahan lama. Banjir bandang susulan pada 26 November menyapu bersih sisa jembatan dan titian kayu yang dibuat warga.
“Sekarang kondisi makin parah. Dampaknya besar bagi masyarakat, tapi belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Kota Padang sejauh ini,” keluh Mardus.
Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan perangkat RT setempat, namun hingga kini belum ada respons seriusterkait perbaikan permanen maupun penyediaan jembatan darurat yang layak untuk kendaraan roda dua.
Tanggap Darurat Padang Berakhir
Pemerintah Kota Padang secara resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi, Senin (22/12/2025).
Status ini berakhir setelah masa perpanjangan yang berlangsung sejak 16 hingga 22 Desember 2025 selesai.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi antar-instansi, Pemerintah Kota Padang kini memasuki fase Transisi Pemulihan Darurat.
Baca juga: Cerita Warga Huntara Kapalo Koto Menyiapkan Mandoa di Tengah Pemulihan Bencana
Fokus Fase Transisi: Pendataan dan Pengajuan Anggaran
Dalam fase transisi ini, BPBD akan bersinergi dengan Bappeda, Dinas Perkim, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pendataan menyeluruh terkait dampak bencana.
“Fokus selama fase ini adalah penanganan pengungsi, perumahan masyarakat, dan perbaikan infrastruktur publik,” ujar Hendri saat dihubungi, Senin (22/12/2025).
Baca juga: Banjir Bandang Berulang di Batu Busuk Padang, Nenek 70 Tahun Trauma dan Pilih Mengungsi
Pemerintah akan mengintegrasikan seluruh data kerusakan untuk diajukan ke pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan anggaran.
Proses ini juga melibatkan para praktisi dan akademisi dari berbagai universitas untuk memastikan akurasi data.
Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi 2026
Hendri menambahkan bahwa fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) dijadwalkan baru akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.
Baca juga: Rumah Hasil Tani Alizar Hilang Disapu Galodo Padang, Hanya Bisa Tertawa Meski Sesak Menahan Air Mata
“Fase rehab dan rekon membutuhkan anggaran besar, makanya data harus dikirim ke pusat terlebih dahulu untuk menetapkan kebutuhan dana yang diperlukan,” jelasnya.
Data Kerusakan Dampak Bencana di Kota Padang
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kota Padang, berikut adalah rincian kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut:
Sektor Perumahan:
- 195 unit rumah hanyut.
- 424 unit rumah mengalami kerusakan (ringan hingga berat).
Baca juga: Semen Padang Turun Tangan Bersihkan Kayu di Pantai Parupuk, Wamenhut Target 3 Hari Bersih
Infrastruktur Publik:
- 9 jembatan rusak berat.
- 12 titik jalan rusak berat.
- 3 kantor pemerintahan rusak berat.
Baca juga: Penghuni Huntara di Batu Busuak Padang Adakan Mandoa, Berharap Diberi Keselamatan
Sumber Daya Air dan Sanitasi:
- 1 intake rusak berat.
- 23 titik bendungan dan Irigasi Desa (DI) rusak berat.
- 2 unit tebing sungai rusak berat.
Baca juga: Cara Bobon Santoso Pulihkan Mental Korban Banjir di Padang, Masak Besar Ribuan Porsi
- 9 drainase rusak berat.
- 9 lokasi Pamsimas di empat kecamatan rusak berat. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)
| Imbas Banjir Bandang di Batu Busuk Padang: Bisnis Kos-kosan Sepi, Penghuni Pilih Pindah Usai Bencana |
|
|---|
| Tekad Korban Banjir Bandang di Padang: Enggan Berharap Bantuan, Pilih Buka Warung Sambung Hidup |
|
|---|
| Pemko Padang Siapkan Rp100 M untuk Atasi Banjir, Fokus Benahi Titik Genangan di Gajah Mada & Rawang |
|
|---|
| Tanggul Guo Lapau Munggu Jebol Lagi, Pemko Padang Siapkan Solusi Permanen |
|
|---|
| Kondisi Banjir Kampung Guo Padang: Sempat Setinggi Pinggang, Kini Sisakan Lumpur Sebetis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Bagi-masyaraks.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.