Gunung Marapi Erupsi
Abu Vulkanik Erupsi Gunung Marapi Mengarah ke Timur Laut, BMKG Perkirakan Menuju Payakumbuh
Decky menyebutkan, pemantauan abu vulkanik penting dilakukan karena partikel abu pada ketinggian tertentu berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Muhammad Afdal Afrianto
Ringkasan Berita:
- Abu vulkanik erupsi Gunung Marapi diperkirakan mengarah ke Payakumbuh.
- Abu terdeteksi hingga ketinggian 24.000 feet dan bergerak ke timur laut.
- BMKG terus memantau arah angin dan konsentrasi abu di atmosfer.
- Hingga kini belum ada dampak terhadap penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau.
- Status Gunung Marapi masih Level II (Waspada).
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat yang terjadi pada Sabtu (14/3/2026) malam diperkirakan mengarah ke wilayah Kota Payakumbuh dan sekitarnya.
Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berdasarkan laporan dari Volcanic Ash Advisory Centre Darwin (VAAC Darwin).
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, mengatakan abu vulkanik terdeteksi menyebar hingga ketinggian sekitar 24.000 feet dan bergerak ke arah timur laut.
Baca juga: Gunung Marapi Erupsi 3 Menit 21 Detik Sabtu Malam, Warga Dikejutkan Suara Gemuruh
“Teramati sebaran debu abu vulkanik Gunung Marapi pada pukul 04.10 WIB dengan ketinggian mencapai 24.000 feet. Arah pergerakan abu ke timur laut dengan kecepatan angin sekitar 15 knot dan intensitasnya dilaporkan semakin melemah,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan analisis arah angin di lapisan atmosfer tersebut, sebaran abu diperkirakan bergerak menuju wilayah Payakumbuh dan sekitarnya. Namun demikian, kondisi di lapangan masih dapat berubah karena dinamika angin.
“Untuk saat ini kecenderungan arah sebaran menuju Payakumbuh. Namun kami terus memantau perkembangan arah angin dan konsentrasi abu di atmosfer,” katanya.
BMKG juga melakukan koordinasi dengan otoritas penerbangan guna memastikan keselamatan jalur udara, terutama di sekitar Bandara Internasional Minangkabau.
Namun hingga saat ini belum ada laporan terkait dampak abu vulkanik yang mengarah atau memengaruhi aktivitas penerbangan di bandara tersebut.
Decky menyebutkan, pemantauan abu vulkanik penting dilakukan karena partikel abu pada ketinggian tertentu berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
Sebelumnya, Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar mengalami erupsi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.29 WIB.
Baca juga: Abu Erupsi Gunung Marapi Sumbar Mengarah ke Tenggara, BMKG Perkirakan ke Tanah Datar
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api di Bukittinggi, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi sekitar 3 menit 21 detik.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak hujan abu diminta menggunakan masker serta membatasi aktivitas di luar ruangan guna mencegah gangguan pernapasan.
BMKG dan Pos PGA Bukittinggi akan terus memberikan pembaruan informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Marapi serta kondisi atmosfer di wilayah Sumatera Barat.
| Waspada Lahar Dingin Marapi Saat Hujan, Petugas Rekam Durasi Letusan Terpanjang 201 Detik |
|
|---|
| Gunung Marapi Meletus Puluhan Kali hingga Maret 2026, Kolom Abu Capai 3.000 Meter, Warga Waspada |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|
| Gunung Marapi Sumbar Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Kolom Abu Tidak Teramati Karena Kabut |
|
|---|
| Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Sore Ini, Kolom Abu Tertutup Kabut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/marapi-24.jpg)