Berita Populer Padang

3 BERITA POPULER PADANG: Pria Tikam Adik Pacar, Bahas Buku Sejarah Indonesia dan Balita Terkunci

Tim Phyton Unit Reskrim Polsek Lubuk Begalung mengamankan seorang pria diduga menjadi pelaku penganiayaan

Editor: Rahmadi
Polsek Lubeg
PELAKU PENGANIAYAAN : Pelaku R saat diamankan ke Mapolsek Lubuk Begalung, Kota Padang, Kamis (31/7/2025). R diamankan karena melakukan penganiayaan. 

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku menusuk korban bernama Fajar menggunakan sebilah besi yang ditemukan di lokasi perkelahian.

“Motif pelaku adalah sakit hati karena korban menampar pacarnya, yang juga merupakan kakak kandung korban," jelasnya.

"Pelaku lalu mendatangi rumah korban dan langsung terlibat perkelahian. Saat itu, pelaku mengambil besi dan menusukkannya ke punggung korban,” sambungnya.

Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri dan membuang senjata tajam yang digunakan untuk menikam korban. Beruntung, korban selamat meski mengalami luka tusuk.

Baca juga: PT PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Tanpa Kedip Dukung Kunjungan Wapres RI di Kota Padang

Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolsek Lubuk Begalung untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Robby mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan tindak kekerasan atau kejahatan di lingkungan sekitar.

“Kita tidak beri ruang untuk aksi kekerasan. Jika ada masalah, selesaikan dengan cara yang baik, bukan dengan kekerasan,” pungkasnya.

2. Kementerian Kebudayaan Bahas Buku Sejarah Indonesia di Padang, Sejarawan Minta Perbaikan

Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman melaksanakan diskusi publik terkait draf penulisan Buku Sejarah Indonesia di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (31/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah penulis buku, sejarawan, komunitas, serta berbagai unsur terkait lainnya. Dalam forum tersebut, beberapa tokoh menyampaikan masukan terhadap isi dan arah penulisan buku sejarah yang tengah disusun.

Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, menekankan pentingnya keterwakilan sejarah dari berbagai daerah di Indonesia dalam buku tersebut.

“Kami titip kalau bisa dalam buku sejarah ini nantinya bisa tolong disampaikan dan dijelaskan bahwa di Indonesia ini bukan hanya sekitar Pulau Jawa saja. Indonesia ini luas, jadi kalau bisa ada proporsi untuk sejarah di daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan yang lainnya,” ungkap Krismadinata.

Ia juga berharap agar sejarah tentang peperangan dan berbagai peristiwa penting lainnya bisa diluruskan secara objektif agar tidak menimbulkan asumsi berbeda di tengah masyarakat. Lebih jauh, ia menekankan bahwa buku tersebut harus mampu membangun semangat patriotisme dan nasionalisme generasi muda.

DISKUSI PUBLIK : Suasana saat Diskusi Publik tentang penulisan buku sejarah Indonesia di UNP, Kamis (31/7/2025). Diskusi tersebut dilaksanakan Kementerian Kebudayaan untuk mendengarkan pendapat dan masukan terkait penulisan buku sejarah Indonesia.
DISKUSI PUBLIK : Suasana saat Diskusi Publik tentang penulisan buku sejarah Indonesia di UNP, Kamis (31/7/2025). Diskusi tersebut dilaksanakan Kementerian Kebudayaan untuk mendengarkan pendapat dan masukan terkait penulisan buku sejarah Indonesia. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Baca juga: PT PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Tanpa Kedip Dukung Kunjungan Wapres RI di Kota Padang

Masukan tajam juga datang dari wartawan senior Hasril Chaniago. Ia menilai draf buku masih memiliki banyak kekurangan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved