Citizen Journalism

Tarian Tradisional Minangkabau dan Malaysia: Perbedaan Warisan Budaya Nusantara

Tarian tradisional merupakan warisan budaya yang mencerminkan identitas dan nilai masyarakat. Apabila di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia

Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Dokumentasi
Ilustrasi: Menparekraf Sandiaga Uno dan undangan disambut tari piring di Desa Wisata Kubu Gadang Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (1/4/2023). 

SENI Tarian tradisional merupakan warisan budaya yang mencerminkan identitas dan nilai masyarakat. Apabila di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia masyarakat Minangkabau memiliki beragam tarian.

Di antaranya, Tari Piring, Tari Pasambahan, hingga Tari Indang, yang tidak hanya menonjolkan keindahan gerakan tetapi juga sarat nilai adat dan spiritual.

Sementara itu, kondisi juga dapat ditemui di Kuala Lumpur, Malaysia, tarian tradisional berkembang dalam kerangka masyarakat multietnis. Kaum Melayu terkenal dengan Tari Zapin, Inang, dan Joget yang lembut dan beradab. 

Masyarakat Tionghoa mempersembahkan Tari Barongsai dan Naga saat perayaan Tahun Baru Imlek, sedangkan komunitas India menampilkan Bharatanatyam, tarian klasik penuh makna simbolik.

Baca juga: Fenomena Kafe Estetik: Trend Nongkrong yang Diminati dan Plus-Minus

Malaysia juga kaya dengan tarian etnik dari Sabah dan Sarawak seperti Sumazau dan Ngajat yang mengandung nilai spiritual dan penghormatan terhadap alam.

Menariknya, Tari Sewang dari masyarakat Orang Asli Semenanjung turut memperkaya khazanah budaya Malaysia.

Tarian ini, yang dulunya merupakan ritual penyembuhan, kini dipentaskan dalam acara resmi, menggambarkan kedekatan masyarakat dengan alam melalui gerakan melingkar, iringan alat musik bambu, dan lagu tradisional.

Baca juga: VIRAL Youtube Team Malaysia, Tarik Minat Anak Muda Jadi Kreator Konten

Meskipun berbeda dari segi gaya dan latar budaya, baik tarian Minangkabau maupun Malaysia memiliki persamaan sebagai media penyampai nilai moral dan identitas.

Warisan seni tari ini perlu terus dijaga agar generasi mendatang dapat mengenal dan menghargai akar budaya Nusantara yang kaya dan bermakna.(Lemylia, Penulis mahasiswa Internship UKM-Unand yang magang di TribunPadang.com)

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved