Penggembokan Sekolah di Bukittinggi

Buntut 177 Siswa di Bukittinggi Sumbar Gagal Masuk SMA, Warga Gembok SMAN 5

Sebanyak 177 peserta didik di Bukittinggi, Sumatera Barat gagal masuk SMA pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
PENGEMBOKAN GEDUNG SEKOLAH- Tokoh masyarakat sekaligus Pengurus Parik Paga Kurai, Hasanuddin Sutan Rajo Bujang, sebut pengembokan tersebut buntut dari tidak diterimanya sejumlah anak didik lewat zona lokasi di SMAN 5 Bukittinggi. Senin (14/7/2025). Sebanyak 177 peserta didik di Bukittinggi, Sumatera Barat gagal masuk SMA pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI – Sebanyak 177 peserta didik di Bukittinggi, Sumatera Barat gagal masuk SMA pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025.

Puluhan warga dari Nagari Kurai Limo Jorong memprotes hal ini dengan menggembok gerbang SMAN 5 Bukittinggi, Senin (14/7/2025).

Aksi itu dilakukan karena sebagian besar dari 177 siswa yang tak diterima adalah warga sekitar SMAN 5 Bukittinggi. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu.

Menanggapi pengembokan tersebut, Tokoh masyarakat sekaligus pengurus Parik Paga Kurai, Hasanuddin Sutan Rajo Bujang mengatakan bahwa sejumlah anak nagarinya tidak diterima di SMAN 5 Bukittinggi.

"Kami minta hak didik anak kemenakan kami sesuai Permendikbud," kata Hasanuddin Sutan Rajo Bujang.

Baca juga: Pagar SMPN 34 Digembok Hanya Salah Paham, Disdik Padang Tegaskan Tak Ada Sistem Siswa Titipan

Ia mengatakan, setidaknya sebanyak 35 peserta didik yang berada di zona lokasi SMAN 5 Bukittinggi, tidak lulus saat pendaftaran.

"8 orang anak kemanakan di sekitar SMAN 5 Bukitittnggi tidak lulus. Sedangkan dari Koto Selayan dan Garegeh sebanyak 35 orang," sebutnya.

"Mohon kepada dinas terkait agar tidak mempersulit anak masuk sekolah di Bukittinggi," tegas Hasanuddin Sutan Rajo Bujang.

Ia juga menjelaskan, total seluruh peserta didik yang tidak diterima di seluruh sekolah di Bukittinggi mencapai 177 orang.

"Jumlah 177 siswa yang tidak diterima, di semua SMA," katanya.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis di SDN 28 Air Tawar Timur Kota Padang, Dibuka Wawako Maigus Nasir

Sementara itu, Hasanuddin Sutan Rajo Bujang menyebut bahwa SMAN 5 Bukittinggi juga pernah ditutup oleh pihaknya pada tahun 2017.

"Kejadian tahun 2017 juga kami tutup, karena ini adalah tanah kami, tanah pusaka, dan kami yang menjaga dari awal pembangunan SMAN 5," ucapnya.

"Dengan perjanjian pertama berdiri, satu lokal diprioritaskan untuk anak nagari. Tapi sekarang mana janji tersebut," tanyanya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved