Angin Puting Beliung di Solok

Cerita Rahmi Hadapi Puting Beliung di Solok Sumbar, Sembunyi dalam Rumah Ketika Angin Mengamuk

Angin puting beliung porak porandakan sejumlah rumah di Jorong Koto, Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Ghaffar Ramdi
ANGIN PUTING BELIUNG - Angin puting beliung porak porandakan sejumlah rumah milik warga di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (3/7/2025) sore. Beberapa hari pasca kejadian tampak warga mulai memperbaiki bangunan rumah yang terkena puting beliung. 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Angin puting beliung porak porandakan sejumlah rumah di Jorong Koto, Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (3/7/2025) sore.

Akibatnya sebanyak sepuluh rumah rusak dan enam di antaranya rusak parah.

Kejadian yang berlangsung beberapa jam ini menyimpan cerita tersendiri bagi Rahmi, salah seorang warga yang rumahnya terdampak parah akibat angin puting beliung.

Saat TribunPadang.com sampai di rumah Rahmi, dirinya langsung menunjukkan beberapa bagian rumahnya yang terdampak angin puting beliung.

"Angin datang secara tiba-tiba, awalnya tidak kencang lalu setelah itu langsung berputar kencang hingga merusak rumah saya," katanya, Selasa (8/7/2025).

Baca juga: Salah Satu Keuntungan Datawrapper Adalah, Kunci Jawaban Modul 3.5 PINTAR Kemenag

Rahmi menyebut saat kejadian dirinya berada di dalam rumah bersama ibunya, karena kalau keluar rumah akan berbahaya.

"Kami semua di dalam rumah ketika kejadian, cukup terdengat keras beberapa bangunan pasar menghantam rumah dan tiang listrik di depan rumah patah menimpa rumah juga," terang Rahmi.

Ia menyebut, kejadian angin puting beliung terjadi tiga kali, awalnya tidak terlalu kencang namun ketika sudah yang kedua dan ketiga kalinya sudah merusak atap rumah dan kondisi di luar rumah sudah hancur.

"Atap bangunan pasar menghantam bagian depan rumah, sehingga teras menjadi rusak. Beton rumah di bagian atas ikut hancur karena tertimpa tiang listrik yang roboh," jelas Rahmi.

Rahmi menggambarkan kepada TribunPadang.com suasana mencekam ketika terjadi puting beliung yang membuat dirinya bersama ibunya menjadi takut walaupun sudah berada dalam rumah.

Baca juga: Kebun Kulit Manis Terbakar di Baso Agam, Warga dan Damkar Padamkan Api hingga Malam

"Ketika kejadian Bapak saya mencoba keluar, tapi akibat kencangnya angin beliau hanya berdiri sampai pintu menahan agar tidak terkena pusaran angun," imbuh Rahmi.

Setelah kejadian angin puting beliung, Rahmi menyaksikan bangunan rumah miliknya sudah rusak dan di halaman rumahnya bangunan pasar dan atap rumahnya sudah berserakan.

"Semuanya rusak, bahkan atap rumah kami menjadi bolong, ketika hujan di malam hari itu air sudah masuk rumah," pungkas Rahmi.(*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved