Idul Adha 2025

14 Dokter Hewan Periksa Kesehatan Ternak di Bukittinggi, Pastikan Kelayakan sebelum Dipotong

Kata Arief, dari 14 orang tersebut akan dibagi menjadi empat tim untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan di Kota Bukittinggi.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Panji Rahmat
IDUL ADHA 2025- Sapi kurban yang dijual di Pasar Ternak Sungai Sariak, Padang Pariaman, Sumatera Barat jelang Idul Adha 1446 H, Rabu (28/5/2025). Sebanyak 14 Dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi bakal mengecek kesehatan hewan sebelum dan sesudah pemotongan pada Idul Adha 2025, dimulai Selasa hingga Sabtu (3-7/6/2025). 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi, bakal melakukan pengecekan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dilakukan pemotongan.

Hal itu disampaikan oleh drh. Arief Febriwan saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com, Selasa (3/6/2025).

Kata Arief, dari 14 orang tersebut akan dibagi menjadi empat tim untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan di Kota Bukittinggi.

"Kami ada sekitar 14 orang, dibagi empat tim," terangnya.

Ia menjelaskan, hal yang perlu diperiksa sebelum pemotongan terhadap hewan kurban antara lain pengecekan kesehatan.

Baca juga: Kemarau Panjang Akibatkan Tanaman Tomat Berisiko Mati, Petani di Solok Siram Lahan Pakai Mesin Pompa

Kemudian pengecekan gigi (untuk menentukan umur ternak), serta fisik agar mengetahui cacat atau tidaknya.

"Terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sumbar tidak ada. Namun jika kasusnya masih ringan, boleh dipotong dengan syarat," ucapnya.

Syaratnya seperti, ada air liur tetapi tidak banyak.

Kemudian kukunya tidak terlalu parah, artinya masih layak dipotong.

Baca juga: Jelang Idul Adha 2025, Dokter Hewan di Bukittinggi Ingatkan Masyarakat Beli Sapi Sesuai Syariat

"Tetapi diusahakan pemberian obat sebelum dipotong," tutur Arief.

Seperti memberikan obat semprot, betadine dan vitamin penambah daya tahan tubuh.

"Biasanya hewan dengan gejala ringan, disemprot dan dibersihkan terlebih dahulu," ungkapnya.

Kendati demikian, jika saat pemeriksaan ditemukan kondisi PMK pada hewan cukup berat, itu tidak akan dipotong.

Baca juga: Musim Kemarau Kering, Tiga Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Kabupaten Solok Sumbar

"Tanda-tandanya seperti kuku sapi pecah, bahkan menyebabkan kelumpuhan," kata Arief.

Tidak hanya itu, jika mulut sapi sudah melepuh, seperti sariawan dan membesar, dikategorikan berat.

Sementara untuk pemeriksaan setelah pemotongan, ujar drh. Arief, seperti pengecekan organ sapi berupa hati, limpa, usus dan lainnya.

"Apakah ada cacing atau tidak. Jika ada temuan tidak normal, akan dibuang," tambahnya. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved