Populer Sumbar

POPULER SUMBAR Minibus Berisi 6 Penumpang Terjun ke Jurang dan Residivis Jambret Kembali Beraksi

Seorang resedivis kasus pencurian dengan kekerasan berinisial R (42) kembali diamankan dalam kasus yang sama (jambret) di Padang Pariaman.

Tayang:
Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Satlantas Polres Solok
MASUK JURANG- Sebuah minibus merek Toyota Avanza dengan nomor polisi BA 1662 LZX mengalami kecelakaan tunggal di wilayah hukum Polres Solok, tepatnya di Jalan Solok-Padang, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (18/5/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. 

TRIBUNPADANG.COM - Simak kembali berita populer Sumbar di TribunPadang.com sepanjang Senin (19/5/2025).

Ada berita terkait kecelakaan tunggal sebuah minibus di Jalan Solok-Padang, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (18/5/2025) sore.

Selain pengemudi, terdapat lima penumpang lain di dalam mobil tersebut.

Kemudian, kembali berulah, seorang resedivis kasus pencurian dengan kekerasan berinisial R (42) kembali diamankan dalam kasus yang sama (jambret) di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Baca juga: Penasehat Semen Padang FC Ajak Erick Thohir Saksikan Laga Terakhir Kabau Sirah di Kanjuruhan

Selanjutnya, terkait sapi seberat 1 ton lebih didaftarkan menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2025.

Sapi tersebut berjenis simental dan didaftarkan oleh pemilik peternakan di Kelurahan Sumur, Kota Bukittinggi.

1. Toyota Avanza Berisi 6 Penumpang Terjun ke Jurang di Solok Sumbar, Mobil Oleng dan Hilang Kendali

Sebuah minibus merek Toyota Avanza dengan nomor polisi BA 16xx LZX mengalami kecelakaan tunggal di wilayah hukum Polres Solok, tepatnya di Jalan Solok-Padang, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (18/5/2025) sore.

Baca juga: Satpol PP Pasaman Barat Bongkar Rumah Diduga Tempat Maksiat di Lingkung Aua Timur

Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Ridho membenarkan kejadian tersebut. 

Menurutnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat mobil yang dikemudikan oleh GP warga Bukittinggi tengah melaju dari arah Padang menuju Lubuk Selasih.

"Mobil tiba-tiba oleng dan hilang kendali karena pengemudi diduga mengantuk. Akibatnya, kendaraan masuk ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar delapan meter," ujar Iptu Ridho saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Senin (19/5/2025).

Selain pengemudi, terdapat lima penumpang lain di dalam mobil. 

Baca juga: Padang Produksi 750 Ton Limbah Tiap Hari, Maigus Nasir Ungkap Kunci Wujudkan Kota Bebas Sampah

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Kendaraan mengalami kerusakan, namun seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Tidak ada korban luka berat maupun luka ringan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi mencatat kondisi jalan dalam keadaan baik, cuaca cerah, dan arus lalu lintas sepi. 

"Namun tidak terdapat rambu-rambu lalu lintas di sekitar lokasi dan saat ini, barang bukti kendaraan telah diamankan untuk mendalami peristiwa tersebut," pungkas Ridho.

Baca juga: Pemko Padang akan Revitalisasi Fungsi & Manajemen Sentra Rendang Lubuk Buaya, Menuju UMKM Naik Kelas

2. Sehari Bebas Penjara, Inisial R Kembali Ditangkap Gegara Jambret Gelang Emas di Padang Pariaman

Belum genap dua hari menghirup udara segar, resedivis kasus pencurian dengan kekerasan berinisial R (42) kembali diamankan dalam kasus yang sama (jambret).

R baru keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB  Padang, Anak Air Kota Padang Jumat (16/5/2025), ia mendekam di penjara sejak tahun 2024.

Sabtu (17/5/2025), R yang sedang menikmati udara segar setelah mendekam di penjara, dijemput oleh temannya S (35).

R dijemput pada pagi hari oleh S, sejak awal keduanya sudah berniat untuk melakukan penjambretan, hanya saja masih belum menentukan lokasinya.

Keduanya akhirnya memilih lokasi penjambretan di Pasar Kampung Gelapung, Ulakan, Padang Pariaman.

Targetnya masih sama, ibuk-ibuk yang menggunakan gelang emas.

Operasinya dengan menyerempet laju kendaraan korban lalu merenggut perhiasannya dan kabur.

Hanya saja aksi perdana R setelah keluar dari penjara ini, langsung menghadapi masalah, tindakannya langsung diketahui masyarakat.

"Keduanya berhasil diamankan oleh masyarakat, sebelum dibawa ke Mapolres Padang Pariaman," ujar Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu AA Regy, Senin (19/5/2025).

Akibatnya R harus kembali berurusan dengan polisi, sedangkan S merupakan pelaku jambret yang sudah beraksi sebanyak empat kali sepanjang tahun 2025.

S juga merupakan residivis dalam kasus yang sama, S keluar dari penjara pada tahun 2024.

PELAKU JAMBRET- Sebanyak dua orang pelaku penjambretan diamankan oleh Polres Padang Pariaman, Senin (19/5/2025). Kedua pelaku berinisial R (42) dan S (32).
PELAKU JAMBRET- Sebanyak dua orang pelaku penjambretan diamankan oleh Polres Padang Pariaman, Senin (19/5/2025). Kedua pelaku berinisial R (42) dan S (32). (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Selain R, S juga berkomplotan dengan pelaku lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

"Satu pelaku lagi masih dalam pengejaran kami, pelaku yang satu ini merupakan rekan S beraksi di tempat sebelumnya," ujar Kasat. 

Sebelumnya diberitakan, dua pelaku jambret di Kampung Gelapung, Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, sudah empat kali beraksi sepanjang tahun 2025.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, IPTU AA Regy, mengatakan, kedua pelaku ini merupakan residivis pada kasus yang sama.

Satu di antaranya berinisial R (42), merupakan residivis yang baru keluar satu hari sebelum kejadian Jumat (16/5/2025).

Diketahui R menjalankan aksinya pada, Sabtu (17/5/2025), bersama pelaku lainnya S (32) yang sudah empat kali beraksi selama tahun 2025.

"Pelaku S juga merupakan residivis kasus yang sama dan keluar tahun 2025," ujarnya, Senin (19/5/2025).

Aksi keduanya berlangsung tidak hanya di wilayah Padang Pariaman, tapi juga wilayah lainnya seperti Kota Pariaman.

Pasca menangkap kedua pelaku ini, Polres Padang Pariaman langsung berkoordinasi dengan Polres tetangga untuk memastikan tindak tanduk pelaku.

"Kami masih memastikan apakah ada lokasi lain tempat pelaku ini beraksi," ujarnya.

Kasat menyebut pelaku sengaja memilih wilayah Padang Pariaman dan Pariaman, karena merupakan jalan lintas.

Mengingat wilayah ini merupakan jalan lintas, pelaku lebih mudah untuk melarikan diri setelah melancarkan aksi.

"Sasarannya memang ibuk-ibuk yang menggunakan emas saat belanja di pasar," ujarnya.

Baca juga: Sapi Seberat 1 Ton Lebih Didaftarkan Jadi Kurban Prabowo di Bukittinggi, Sudah Lewati Cek Kesehatan

3. Sapi Seberat 1 Ton Lebih Didaftarkan Jadi Kurban Prabowo di Bukittinggi, Sudah Lewati Cek Kesehatan

Sapi seberat 1 ton lebih, didaftarkan menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2025.

Sapi tersebut berjenis simental dan didaftarkan oleh pemilik peternakan di Kelurahan Sumur, Kota Bukittinggi.

"Alhamdulillah sudah diambil satu buat sapi kurban presiden," kata pemilik sapi, Oki, Senin (19/5/2025).

Sapi kurban presiden tersebut juga telah menjalani cek kesehatan.

"Sehingga sudah bisa masuk kriteria sapi kurban presiden," terangnya.

Oki menjelaskan, pada tahun 2024 ia juga pernah mendaftarkan sapi miliknya namun tidak lolos.

"Tahun lalu, saya pernah mendaftarkan sapi jenis simental dengan bobot mencapai 1,3 tetapi tidak lolos seleksi," bebernya.

Selain sapi kurban presiden, ujar Oki, hewan kurban lain miliknya juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Sehingga sapi di sini dinyatakan layak untuk dikonsumsi nantinya," ucapnya saat memberikan keterangan.

Diakui Oki jumlah permintaan sapi kurban jelang di Idul Adha di peternakan yang dikelolanya sudah mulai meningkat. 

"Tetapi, lonjakan pembeli biasa terjadi pada seminggu sebelum adha nanti," tambah Oki.

Sapi dengan bobot yang sama juga diusulkan sebagai hewan kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat

Sama seperti Kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman Barat juga mendapatkan satu ekor sapi sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan melalui Kepala Bidang Peternakan, Sri Nanda, mengatakan pemilihan sapi itu telah melalui rangkaian survei di beberapa kandang peternak yang ada di Kabupaten Pasaman Barat.

"Alhamdulillah sudah kita periksa kesehatannya dan juga bobotnya, kondisinya sehat dengan bobot kurang lebih 1 ton, sapi jenis Simental," katanya kepada TribunPadang.com di Simpang Empat, Kamis (15/5/2025).

SAPI KURBAN PRESIDEN - Penampakan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di peternakan Kelurahan Sumur, Kota Bukittinggi. Pemilik sapi, Oki sebut sapi yang didaftar seberat 1 ton lebih dan sudah melalui cek kesehatan, Senin (19/5/2025).

(Muhammad Iqbal/Tribunpadang.com)
SAPI KURBAN PRESIDEN - Penampakan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di peternakan Kelurahan Sumur, Kota Bukittinggi. Pemilik sapi, Oki sebut sapi yang didaftar seberat 1 ton lebih dan sudah melalui cek kesehatan, Senin (19/5/2025). (Muhammad Iqbal/Tribunpadang.com) (TribunPadang.com/MuhammadIqbal)

Ia mengatakan, setelah pemeriksaan kesehatan ini akan diusulkan ke Pemerintah Provinsi untuk selanjutnya nanti tim akan turun kembali melihat kondisinya secara langsung.

Diketahui, sapi jenis Simental ini merupakan milik peternak atas nama Afwin Fiyedi yang merupakan warga Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat,

Afwin Fiyedi ketika ditemui mengungkapkan bahwa ia tidak menduga bahwa sapi peliharaannya akan terpilih sebagai calon sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.

"Ya tidak menduga saja, namun ketika tim dari Dinas Perkebunan dan Peternakan datang menyampaikan akan melakukan pengecekan, tentu kita sangat senang, apalagi ini untuk kurban Presiden," ungkapnya.

Ia menyebut selama ini ia tidak ada persiapan khusus atau tidak menyangka sapi peliharaannya akan terpilih.

"Ini sudah saya pelihara selama kurang lebih dua tahun. Waktu itu saya beli di pasar ternak Simpang Tiga Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo pada tahun 2023 yang lalu," ujarnya.

Kalau untuk usia sapi ini berkisar sekitar 3,5 tahun. Itu artinya usia sapi saat dibeli oleh Afwin usianya baru sekitar 1,5 tahun.

"Alhamdulillah, tadi setelah diperiksa kesehatannya baik. Untuk panjang sapi ini sekitar 188/189 cm, tinggi 151/152 cm dan lingkar dadanya 224/225 cm serta dengan berat sekitar 1 ton," pungkasnya.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved