Idul Adha 2025
Pastikan Sapi Kurban di Padang Pariaman Sehat, Disnakkeswan Suntikan Vitamin ke Ternak
Guna memastikan sapi yang akan keluar dari Padang Pariaman dalam keadaan sehat dan layak sembelih, Devi mengaku pihaknya sudah melakukan roadshow.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Padang Pariaman kunjungi kantong penampungan hewan kurban jelang Idul Adha 2025.
Kunjungan ini untuk melakukan pengecekan kondisi terhadap sapi kurban yang akan dibeli oleh masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkeswan Padang Pariaman, Devi Yanti, mengatakan akan ada peningkatan kebutuhan sapi.
Kabupaten Padang Pariaman menjadi juga menjadi daerah penyangga sapi kurban sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Baca juga: Calon Sapi Kurban Presiden Dijual Rp60 Juta, Pemkab Padang Pariaman Tunggu Persetujuan Pusat
Guna memastikan sapi yang akan keluar dari Padang Pariaman dalam keadaan sehat dan layak sembelih, Devi mengaku pihaknya sudah melakukan roadshow.
"Roadshow ini menyasar kantong-kantong penampungan yang ada di Padang Pariaman, dengan mengambil sampel dan memberikan suntik vitamin," ujarnya, Selasa (13/5/2025)
Selain roadshow, pihaknya juga bekerja sama dengan para peternak untuk memantau lalu lintas ternak jelang Idul Adha.
Hal ini dilakukan mengingat peredaran sapi akan mengalami peningkatan, jadi perlu antisipasi agar sapi yang datang tidak membawa penyakit.
Baca juga: Pesisir Selatan dan Mentawai Tak Miliki Sapi Sesuai Kriteria Kurban Presiden, Minimal Berat 800 Kilo
Devi Yanti, mengatakan Padang Pariaman menjadi penyangga sapi kurban di Sumbar sudah bertahan dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi ini, menurutnya tidak terlepas dari jumlah populasi sapi yang ada di Padang Pariaman mencapai 50 ribu ekor hingga tahun 2025.
"Jumlah itu sudah melimpah, bisa memenuhi kebutuhan Padang Pariaman, Sumbar hingga luar Sumbar," ujar Devi Yanti.
Di Sumbar, Padang Pariaman menyuplai ternak untuk Kota Padang, Kota Payakumbuh hingga Bukittinggi.
Padang Pariaman hampir 50 persen setiap tahunnya menyuplai sapi kurban ke Kota Padang.
Devi menyebut kebutuhan sapi tersebut mengalami peningkatan karena adanya fenomena peternak musiman setiap jelang Idul Adha.
Para peternak ini muncul dengan fokus melakukan penggemukan pada ternak selama empat hingga enam bulan.
Melalui penggemukan tersebut peternak bisa memperoleh keuntungan 20 persen hingga 40 persen dari harga beli. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)
| Heboh Tulisan Nama di Paru-Paru Sapi Kurban di Tangsel, Warga Sebut Fenomena Langka |
|
|---|
| Tiga Hari Iduladha Berlalu, Warga Solok Masih Sembelih Hewan Kurban di Surau Nagari Salimpek |
|
|---|
| Bukittinggi Sembelih 1.086 Hewan Kurban Hari Ketiga Idul Adha, Tersebar di Tiga Kecamatan |
|
|---|
| Sebanyak 1.087 Hewan Kurban Disembelih di Bukittinggi Hari Kedua Idul Adha, Tersebar 163 Titik |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden Prabowo Disembelih di Bungus Timur Padang, Daging Dibagikan ke 500 KK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pmeriksaan-sapi-di-Padang-Pariaman.jpg)