MotoGP 2025

Bagnaia dan Morbidelli Singgung Performa Marquez Bersaudara, Mereka Beda Penilaian

PEMBALAP MotoGP Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) dan Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46) angkat bicara terkati kerja sama antara Marquez bersau

Tayang:
Editor: Emil Mahmud
MOTOGP.COM
RESPON PEMBALAP MOTOGP - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46) sempat angkat bicara terkait kerja sama antara Marquez bersaudara. Mereka dua pembalap paling konsisten untuk mengisi posisi 1 dan 2, baik dalam balapan Sprint maupun balapan utama. 

PEMBALAP MotoGP Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo team) dan Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46) angkat bicara terkait kerja sama antara Marquez bersaudara.

Pasalnya, ada tanda-tanda permainan saling membantu dari Marc Marquez (Ducati Lenovo) dan adiknya yaitu Alex Marquez (Gresini Racing).

Kebetulan mereka dua pembalap paling konsisten untuk mengisi posisi 1 dan 2, baik dalam balapan Sprint maupun balapan utama.

Salah satu bentuk bantuan adalah membiarkan diri diikuti agar pembalap di belakang mendapat slipstream sehingga mencapai waktu lap lebih cepat.

Strategi yang akrab disapa towing ini sangat berguna dalam pra-kualifikasi di sesi latihan dan kualifikasi untuk mendapat posisi start setinggi mungkin.

Menurut Morbidelli, cara demikian juga dilakukan oleh pembalap-pembalap VR46 Riders Academy.

Di MotoGP ada empat pembalap besutan Valentino Rossi itu yaitu Morbidelli, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), Luca Marini (Honda HRC Castrol), dan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing).

"Kami bukan saudara sedarah, tetapi kami telah banyak membantu satu sama lain dan kami masih saling membantu selama latihan," kata Morbidelli, dilansir BolaSport.com dari Motosan.

"Saat balapan akhir pekan, Marc dan Alex terlihat saling membantu dalam menyalip dan mendorong satu sama lain," terangnya.

Morbidelli pun tidak melihat strategi Marquez bersaudara sebagai sesuatu yang negatif.

Malahan, mantan runner-up MotoGP tersebut justru menyebut cara demikian bisa dimanfaatkan dan ditiru untuk meraih hasil sebaik mungkin.

"Sikap ini bisa bermanfaat, jadi jika kompetisi melakukannya, kami harus menirunya karena bisa menguntungkan," ujar Morbidelli menjelaskan.

Komentar yang disampaikan pembalap berdarah Brasil-Italia itu semakin menegaskan taktik kerja sama lebih diterima dalam persaingan MotoGP saat ini.

Padahal team order alias perintah tim sempat menjadi hal yang tabu di MotoGP.

Kontroversi muncul pada balapan MotoGP Malaysia 2017 ketika Jorge Lorenzo berulang kali mendapat pemberitahuan "Mapping 8" dari timnya, Ducati.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved