Harga Emas

Harga Emas Sentuh Angka Rp4,2 Juta, Perantau Kota Pariaman Antusias Membeli

Di tengah kenaikan harga emas, daya beli masyarakat masih tinggi di Kota Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (10/4/2025).

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Fuadi Zikri
Foto: Panji Rahmat/tribunpadang.com
HARGA EMAS - Sejumlah pembeli tengah melihat perhiasan emas di Pasar Rakyat Kota Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (10/4/2025). Di tengah kenaikan harga emas, daya beli masyarakat masih tinggi di Kota Pariaman. 

TRIBUNPADANG.COM,PARIAMAN - Di tengah kenaikan harga emas, daya beli masyarakat masih tinggi di Kota Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (10/4/2025).

Pedagang emas di Pasar Rakyat Kota Pariaman, Agung Hidayat, mengatakan, kenaikan harga sudah lima kali terjadi hingga April 2025.

Penjual emas di Toko Emas Sinar Jaya itu menerangkan, harga emas terendah pada 2025, mulanya Rp3 juta per emas (2,5 gram) dan tertinggi Rp4,2 juta per emas.

Harga tertinggi terjadi pada momentum lebaran Idul Fitri 1446 H, saat adanya penetapan tarif Trump, yang mengguncang kondisi ekonomi internasional.

"Saat hari pertama lebaran itu, harga emas Rp4,2 juta per emas, harga baru turun dalam tiga hari terakhir menjadi Rp4,150 juta per emas," ujarnya.

Di tengah kondisi kenaikan harga emas ini, Agung menilai daya beli masyarakat masih tinggi hingga hari ini (Rabu).

Ia menilai tingginya daya beli tidak terlepas dari momentum lebaran, dimana banyak perantau yang memilih untuk membeli emas sebelum ke perantauan.

Baca juga: Bus Miyor Padang-Jakarta Kecelakaan Tunggal di Tol Kapal, 1 Meninggal & Sejumlah Penumpang Luka-Luka

Menurutnya libur lebaran Idul Fitri, Idul Adha dan Tabuik, merupakan tiga momentum yang agak menyibukkan para pedagang emas di Kota Pariaman.

"Memang paling sibuk itu kalau libur lebaran Idul Fitri, perantau lebih banyak pulang dari momentum lainnya," ujarnya.

Selain para perantau tingginya daya beli masyarakat di saat harga emas mahal tidak terlepas dari kondisi pasar saham yang tidak stabil.

Akibat dari sejumlah kebijakan internasional beberapa waktu belakang, pasar saham anjlok, masyarakat kembali beralih pada investasi emas.

"Jadi masyarakat mulai melek lagi dengan investasi emas, karena melihat langsung bagaimana dampak dari investasi emas ini," ujarnya.

Agung menyebut meski daya beli yang masih tinggi, daya jual juga terus mengimbangi, masyarakat yang sudah memiliki emas saat kenaikan harga ini juga menjual kembali emasnya untuk mendapat keuntungan.

"Jadi kami pedagang harus sedia stok uang tunai dan barang juga dalam kondisi serupa ini," ujar, Agung.

_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved