Pacu Kuda Padang Pariaman

Rindu Pacuan Kuda, Ribuan Warga Padati Bupati Cup Padang Pariaman 2025

Pacuan kuda Padang Pariaman, Sumatera Barat kembali digelar setelah sembilan tahun vakum.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
ist
PACU KUDA - Ribuan masyarakat memadati Lapangan Pacuan Kuda Balah Aia, Sungai Sariak, untuk menyaksikan Bupati Cup 2025, Sabtu (5/4/2025). Pacuan kuda Padang Pariaman, Sumatera Barat kembali digelar setelah sembilan tahun vakum. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Pacuan kuda Padang Pariaman, Sumatera Barat kembali digelar setelah sembilan tahun vakum.

Ribuan masyarakat memadati Lapangan Pacuan Kuda Balah Aia, Sungai Sariak, untuk menyaksikan Bupati Cup 2025, Sabtu (5/4/2025).

Masyarakat setempat Bujang, mengatakan sudah lama sekali menunggu momen lapangan pacu kuda ini kembali dijajaki oleh kuda.

Pasalnya, sudah sembilan tahun pacuan kuda vakum di lapangan tersebut, sehingga hanya semak belukar yang tersisa.

Bujang menyebut selama lapangan tidak berfungsi, masyarakat memanfaatkannya untuk mengikat sapi atau melepas kerbau dan ternak lainnya.

Baca juga: Kuda Gubernur Sumbar dan Bupati Juara di Bupati Cup Padang Pariaman 2025

"Rumputnya tinggi sekali, jadi sudah tidak terlihat lagi lintasan. Untuk ada perhatian dari Bupati baru, sehingga baru terasa kembali adanya lapangan pacu kudo di Padang Pariaman," ujarnya.

Ia menyebut, event ini kembali terlaksana tidak terlepas dari janji Bupati padang pariaman yang baru semasa kampanye.

Ia bersyukur janji tersebut diwujudkan, mengingat pada kepemimpinan terdahulu, juga ada janji serupa, namun hanya sekedar janji.

"Alhamdulillah di awal kepemimpinan bupati baru langsung diwujudkan, lepas taragak masyarakat, bisa kembeli menyaksikan kuda berpacu di lapangan yang beberapa tahin terkahir sudah seperti rimbo ini," ujarnya.

Masyarakat lainnya, Edi, menilai kembalinya pacu kida menimbulkan semangat kedaerahan yang tidak bisa terelakkan.

Baca juga: Bupati Cup Padang Pariaman 2025 Resmi Dibuka, Pacu Kuda Jadi Daya Tarik Wisata

Hal ini mengingat pacu kuda sudah mendarah daging di Padang Pariaman sejak dulunya, jadi ketika olahraga ini vakum seperti ada yang hilang.

Edi mengaku sengaja tidak langsung balik ke perantauan untuk menyaksikan event ini kembali di gelar di tanah kelahirannya.

"Kalau hobi tidak juga, tapi karena dari kecil sering lihat ada pacuan kuda jadi taragak saya kembali menyaksikannya dengan memperlambat waktu pulang ke rantau," ujarnya.

Terpisah masyarakat lainnya Sudirman saat ditemui mengaku berasal dari Bukittinggi, ia datang sengaja untuk menyaksikan pacuan kuda.

Bersama temannya, Sudirman rela menerobos hujan sepanjang perjalanan untuk menyaksikan pacuan ini.

Baca juga: H+5 Lebaran, 85 Bus AKAP Masuk Terminal Bareh Solok, Arus Balik Terus Meningkat

"Kalau saya rutin menonton, karena hobi. Asalkan waktunya cocok saya tidak pernah absen, baik pacuan di Bukittinggi, Sawahlunto, Padang Panjang, Payakumbuh dan lainnya, saya selalu hadir," ujarnya, sambil merapikan mantel untuk dimasukkan kedalam jok motor.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved