Lebaran 2025

One Way di Sumbar: Kendaraan Padang-Bukittinggi Lewat Sicincin, Bukittinggi-Padang Lewat Malalak

Mahyeldi menyebut peningkatan arus mudik di Sumbar sudah mulai terlihat, perkiraannya jelang lebaran 2025 akan ada sebanyak 200 ribu pemudik datang

Penulis: Panji Rahmat | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
ONE WAY SYSTEM: Penunjuk arah saat pelaksanaan one way system dari arah Bukittinggi, Jumat (28/3/2025). Kendaraan dari arah Bukittinggi bisa melewati dua jalur, yaitu via Malalak dan Ladang Laweh. Pengendara dari arah Padang ke Bukittinggi melewati jalur satu arah via Padang Panjang. 

TRIBUNPADANG.COM,PADANG PARIAMAN- Memasuki tahun ketiga pemberlakuan jalan satu arah di Jalan Nasional Padang - Bukittinggi, Polda Sumbar tetap lakukan evaluasi untuk memastikan keamanan, kelancaran dan kenyamanan pemudik.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, mengatakan, pemberlakuan sistem jalan satu arah selama libur lebaran 2025 sudah sangat efektif.

Titik mulai dan berakhirnya sistem satu arah berada di Sicincin (Kabupaten Padang Pariaman) dan Padang Luar (Kota Bukittinggi).

Pengendara dari arah Padang menuju arah Bukittinggi melewati jalur satu arah via Padang Panjang atau jalan nasional Padang-Bukittinggi dari Sicincin hingga Padang Luar. 

Baca juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Klaim One Way System Efektif Urai Kemacetan di Padang-Bukittinggi

Sebaliknya, pengendara dari arah Bukittinggi menuju arah Padang mesti berbelok di Padang Luar, lalu masuk ke Jalur Malalak dan keluar di Sicincin

"Pemberlakuan sistem ini sudah melalui kajian dan uji coba bersama instansi terkait. Tapi kami akan terus lakukan evaluasi guna memberi kelancaran pada pemudik dan wisatawan," ujarnya.

Evaluasi ini menurutnya akan dilakukan jika sistem ini mengalami kendala akibat adanya lonjakan sehingga membuat kemacetan sulit terurai.

Kemungkinan lonjakan ini menurutnya bisa terjadi, mengingat adanya peningkatan pemudik akibat libur lebaran 2025 yang panjang.

Evaluasi tersebut akan dilakukan langsung dengan melibatkan personel di lapangan, baik dengan pengalihan jalan atau tindakan preventif lainnya.

Baca juga: Skema One Way System Kendaraan dari Bukittinggi Menuju Padang Sumbar Berubah, Diberlakukan 2 Arah

Ia menilai evaluasi ini berguna untuk memudahkan para pemudik dan wisatawan dalam mengatur waktu untuk mengunjungi kerabat atau pergi berwisata selama libur lebaran 2025.

"Kami akan berusaha memberikan pengalaman terbaik untuk para pemudik dan wisatawan selama di Sumbar," ujarnya.

Kapolda berharap seluruh pemudik bisa bertemu keluarga di kampung halaman tanpa hambatan dan membantu perekonomian masyarakat dengan melakukan kunjungan ke lokasi wisata dan tempat perbelanjaan.

Terpisah, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan kondisi cuaca yang menunjukkan curah hujan tinggi dengan durasi lama dalam beberapa waktu belakang di Sumatera Barat, membuat pemudik yang hendak berdatangan dan melintas harus meningkatkan kewaspadaan.

Peringatan ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah, mengingat adanya peningkatan arus mudik ke Sumbar dalam beberapa hari terakhir.

Mahyeldi menyebut peningkatan arus mudik di Sumbar sudah mulai terlihat, perkiraannya jelang lebaran 2025 akan ada sebanyak 200 ribu pemudik datang ke Sumbar.

Baca juga: Uji Coba One Way di Bukittinggi, Banyak Pengendara Terkejut dan Putar Arah

"Tapi di tengah peningkatan ini, kondisi cuaca di Sumbar diprediksi dalam beberapa hari ke depan akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan dengan durasi yang panjang," ujarnya.

Berdasarkan koordinasinya dengan BMKG hujan dengan intensitas tinggi tersebut berpotensi terjadi hingga pekan pertama bulan April 2025, atau persis sepanjang masa arus mudik dan arus balik.

Melihat situasi ini, Mahyeldi mengajak para pemudik tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca tidak menentu.

Terlebih diketahui Sumbar merupakan daerah dengan gudang bencana alam, kondisi geografis yang penuh dengan perbukitan membuat ancaman bencana tidak pernah berhenti.

"Saat kondisi cuaca hujan, kami harap pemudik bisa lebih waspada terlebih di daerah rawan longsor seperti Sitinjau Lauik dan Malalak," ujarnya.

Di luar peningkatan kewaspadaan pemudik, Mahyeldi mengaku sudah berkoordinasi dengan Jasa Marga dan Dinas PU untuk melakukan antisipasi.

Baca juga: Polres Solok Berlakukan Sistem One Way di Jalur Padang-Solok Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2025

Antisipasi ini dilakukan dengan menyiapkan sejumlah alat berat di titik longsor, guna menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik, selama libur lebaran 2025.

Selain antisipasi bencana alam, Mahyeldi mengaku bersama Polda Sumbar dan pihak terkait ini telah memberikan solusi atas masalah kemacetan yang sudah menahun di Sumatera Barat.

"Kawasan yang dulu padat setiap libur lebaran (arus mudik dan arus balik), sejak adanya one way sistem sudah mempermudah para pemudik dan wisatawan berkunjung ke Sumbar," ujarnya, pasca meresmikan pemberlakuan sistem jalan satu arah di Simpang Tiga Sicincin, Padang Pariaman, Jumat (28/3/2025).

Ia menilai para pemudik dan wisatawan tidak perlu lagi takut berkunjung ke Sumatera Barat karena sudah banyak alternatif untuk pengendara agar tidak menghabiskan waktu di jalan.

Hal ini didukung dengan kembali beroperasinya tol Padang-Sicincin secara fungsional untuk mengurai titik kemacetan, selama libur lebaran 2025.

Mahyeldi mengaku hingga hari pertama arus mudik ini, perantau Sumatera Barat terus berdatangan ke Ranah Minang, terlebih banyaknya kegiatan pulang basamo yang diinisiasi oleh partai politik dan anggota legislatif.

"Kami memperkirakan jumlah pemudik bisa lebih dari 200 ribu pada libur lebaran kali ini, mengingat waktu libur yang panjang," ujarnya.

Menyikapi pernyataan Gubernur, Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta, mengatakan pemberlakuan jalan satu arah dimulai sejak hari ini (Jumat) mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Titik mulai dan berakhirnya sistem satu arah berada di Sicincin (Kabupaten Padang Pariaman) dan Padang Luar (Kota Bukittinggi).

Pengendara dari arah Padang menuju arah Bukittinggi melewati jalur satu arah via Padang Panjang atau Jalan Nasional Padang-Bukittinggi dari Sicincin hingga Padang Luar

Sebaliknya, pengendara dari arah Bukittinggi menuju arah Padang mesti berbelok di Padang Luar, lalu masuk ke Jalur Malalak dan keluar di Sicincin

”Melalui peresmian ini pemudik sudah bisa menggunakan one way sistem untuk memudahkan pemudik dan menjaga keamanan serta kenyamanan pemudik," ujarnya.

Kapolda menilai, pemberlakuan jalan satu arah ini sangat efektif selama dua tahun terakhir berlangsung.

Pada tahun ketiga ini, melalui uji coba yang dilakukan pihaknya, pemberlakuan one way sistem ini memangkas waktu perjalanan yang awalnya 2 sampai 2,5 jam menjadi satu jam.(TribunPadang.com/RahmatPanji)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved