Kota Bukittinggi

Volume Sampah Bukittinggi Diprediksi Meningkat saat Lebaran, Pemko Minta Warga Buang Sesuai Jadwal

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memprediksi volume sampah akan meningkat pada momen lebaran hari raya Idul Fitri ..

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Fuadi Zikri
Foto: Fajar Alfaridho Herman/tribunpadang.com
PENGECEKAN MESIN PENGOLAH SAMPAH: Wako Bukittinggi, Ramlan Nurmatias (tengah) bersama Kadis LH Bukittinggi, Aldiasnur saat mengecek mesin pengolahan sampah, Kamis (20/3/2025). Ramlan menyebutkan kinerja mesin tersebut belum dalam kondisi optimal dan masih ada beberapa kendala. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memprediksi volume sampah akan meningkat pada momen lebaran hari raya Idul Fitri 1446 H/2025  M.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi, Aldiasnur, mengatakan pada hari biasanya, volume sampah di Kota Jam Gadang berkisar 100 ton perhari.

Ia memperkirakan sampah akan meningkat sekitar 125 hingga 130 ton sehari pada momen lebaran. Artinya, ada peningkatan 25 hingga 30 ton sehari.

Agar sampah tidak menumpuk, dan merusak pemandangan Kota Wisata Bukittinggi, Aldiasnur menghimbau agar warga membuang sampah sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah  disediakan.

"Nantinya petugas kita akan menjemput sampah itu ke TPS pada pukul 06.00 WIB hingga selesai. Jadi diharapkan warga mematuhi imbauan agar sampah tidak menumpuk di TPS yang ada," katanya, Kamis (20/3/2025).

Aldiasnur menyebut, jika saat ini terdapat armada pengangkut sampah dari TPS sebanyak 12 unit mobil L300, dan becak motor 40 unit.

"Nantinya, setelah dijemput dari TPS, sampah akan diangkut ke terminal sampah," ujarnya.

Baca juga: TPST Bukittinggi Belum Bekerja Maksimal, Hanya Mampu Kelola 15 Ton Sampah Sehari

"Pada umumnya sebanyak 85 persen kawasan Bukittinggi telah terfasilitasi dalam pengangkutan sampah, sisa 15 persen kawasan yang tidak terjangkau. Tapi tetap kita upayakan pengangkutan sampahnya," sambungnya.

Aldiasnur mengungkapkan bahwa banyak orang luar yang membuang sampah ke Kota Bukittinggi, hal tersebut menjadi kendala tersendiri dalam persoalan sampah tersebut.

"Untuk itu, diharapkan adanya kesadaran warga dalam masalah persampahan itu," imbaunya.

Berbagai upaya juga sudah dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah di dalam kota. Salah satunya dengan meniadakan TPS permanen seperti yang dulu pernah ada di beberapa titik.

Hal itu dinilai tidak efektif karena menjadi tempat pembuangan yang tidak berwaktu, sehingga sampah terus menumpuk di lokasi TPS.

Pasa tahun 2021, kata Aldiasnur, setidaknya 44 ribu ton sampah per tahun di Kota Bukittinggi. Pada tahun 2024 turun sebanyak 35 ribu ton per tahunnya.

Upaya penurunan itu terus dilakukan dengan salah satu upaya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

"Hingga saat ini volume sampah masih normal setiap hari. Tapi biasanya lonjakan volume sampah meningkat pada H-5 sebelum lebaran dengan kenaikan mencapai 10 persen dari hari biasanya," ujar Aldiasnur.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved