Sumatera Barat

Pengurus Inkindo Silaturahmi Ke PWI Sumbar: Kami Sudah Lelah, dan Berat Sekali

Hingga saat ini situasi dan kondisi dunia usaha sedang tidak baik-baik saja. Kondisi itu menyusul banyak

Editor: Emil Mahmud
DOKUMENTASI/PWI SUMBAR
INKINDO AUDIENSI KE PWI - Inkindo Sumbar saat audiensi bersama jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) di Sekretariat Kantor PWI Sumbar, Jalan Bagindo Aziz Chan, Padang pada Jumat (21/2/2025). Kunjungan pengurus dan Inkindo Sumbar beserta jajaran ke Sekretariat PWI Sumbar diterima langsung Ketuanya, Widya Navies. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hingga saat ini situasi dan kondisi dunia usaha sedang tidak baik-baik saja. Kondisi itu menyusul banyak persoalan yang muncul ke permukaan.

Hal itu mengemuka saat audiensi jajaran pengurus DPP Inkindo Sumbar dan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar pada Jumat (21/2/2025).

“Kami sudah lelah. Berat sekali,” kata Jusmairi, S.E, Bendahara DPP Inkindo Sumbar saat audiensi bersama jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) di Sekretariat Kantor PWI Sumbar, Jalan Bagindo Aziz Chan, Padang pada Jumat (21/2/2025).

Dalam acara audiensi masing-masing jajaran organisasi dari PWI Sumbar dipimpin langsung Ketuanya,  Widya Navies. Sedangkan, Ketua DPP Inkindo Sumbar juga dihadiri Ketua Ir. H. Afmi Yarsi, MT, IAI, beserta Jajaran pengurus harian lainnya.

Pada audiensi sekaligus silaturrahmi kali ini dimoderatori Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abie, serta dihadiri jajaran pengurus. Di antaranya, Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Emil Mahmudsyah beserta Anggota DKP Devi Diany dan Rusdi Bais. 

Turut hadir Wakil Ketua Bidang Organisasi, Sawir Pribadi, Waka Bidang Pendidikan. M Khudri juga Wakil Sekretaris Lailatul Aidil, dan Susi Suzanna, seksi Pemberdayaan Perempuan.

Kelelahan itu, kata Ketua DPP Inkindo Sumbar Ketua Ir. H. Afmi Yarsi, MT, IAI, melanjutkan, terkait dengan kondisi ekonomi.

Kondisi akan semakin sulit jika pembangunan infrastruktur tidak lagi dilaksanakan, atau berkurang sejalan dengan efisiensi anggaran.

Jauh sebelum situasi tersebut, sebenarnya anggota Inkindo Sumbar sudah dalam kondisi sulit. Ketika berupaya mengembangkan usaha ke luar provinsi, ternyata dibatasi regulasi.

Tak bisa langsung menggarap pekerjaan, jika tidak bekerjasama dengan perusahaan di daerah tersebut. Atau, harus membuka kantor di daerah bersangkutan.

“Di sini, kita belum bisa melakukan hal serupa, sebab tidak ada regulasi yang mengaturnya,” kata Afmi Yarsi.

Sampai sejauh ini lanjutnya, kondisi itu mengambarkan bahwa sejauh ini belum ada perlindungan bagi pengusaha lokal di Sumbar terhadap hal demikian.

Terhadap hal tersebut, pengurus DPP Inkindo Sumbar berharap, adanya dukungan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada pengusaha lokal, khususnya yang bergerak di bidang jasa konsultan.

Saat ini ada 176 orang anggota Inkindo Sumbar. Mereka memiliki perusahaan dan karyawan, sehingga banyak yang turut menggantungkan kehidupan di dunia jasa konsultan ini.  

Pada silaturrahmi tersebut, Afmi Yarsi juga menyampaikan, salah satu program ke depan yang akan digarap Inkindo Sumbar adalah menghadirkan media komunikasi internal.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved