Uang Dollar Palsu
Kapolda Sumbar Tegaskan Kasus Uang Dollar di BIM Terkait Penipuan, Bukan Pilkada
Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono mengungkapkan bahwa penemuan pecahan uang dolar Amerika dalam jumlah besar adalah penipuan
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono mengungkapkan bahwa penemuan pecahan uang dolar Amerika dalam jumlah besar di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) adalah tindak pidana penipuan, Rabu (1/1/2025).
Sebelumnya, Polres Padang Pariaman mengamankan pecahan uang dolar dalam jumlah besar di BIM pada Rabu (16/10/2024).
"Masalah dolar ini, apakah ada kaitannya dengan Pilkada, jelas tidak ada," kata Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono.
Ia menduga, hal itu memang diisukan menjelang adanya pelaksanaan Pilkada bahwa adanya peredaran uang asli maupun palsu menjelang Pilkada atau Pilpres.
"Itu selalu ada isu yang dimunculkan diduga untuk kepentingan atau pendanaan Pilkada," ujarnya.
Baca juga: Kasus Besar Polda Sumbar Sepanjang 2024, Mulai Demo Sawit hingga Polisi Rampok ATM
Kata dia, bisa dipastikan sejak peristiwa terjadi sampai saat ini, belum ada hal-hal yang mampu membuktikan secara akurat atau realitasnya berkaitan dengan kepentingan Pilkada.
"Saat ini memang sudah ada memang orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu orang Indonesia. Secara teknis dan detail, datanya ada dengan Kapolres Padang Pariaman," sebutnya.
Irjen Pol Suharyono menyebutkan bahwa terkait penemuan uang dolar tersebut adalah penipuan. Dimana di bagian atasnya memang uang dolar asli, dan di bagian bawahnya adalah uang dolar palsu.
Dilaporkan sebelumnya, polisi mengungkap penemuan pecahan uang dollar Amerika dalam jumlah besar di BIM, Kabupaten Padang Pariaman.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, mengungkapkan bahwa uang tersebut diduga palsu dan akan diperiksa lebih lanjut untuk memastikan keasliannya.
Hal itu disampaikan usai Polres Padang Pariaman mengamankan uang pecahan dolar Amerika dalam jumlah besar di BIM pada, Rabu (16/10/2024).
"Itu dalam pendalaman ya," kata Irjen Pol Suharyono di Padang, Kamis (17/10/2024).
Ia menyebutkan, sedang mengupayakan yang diduga dolar palsu itu untuk dikirimkan ke pusat.
Baca juga: Perubahan Apa yang Bapak/Ibu Rasa akan Paling Signifikan dalam Pembelajaran Intrakurikuler?
"Karena di Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat tidak ada untuk melacak itu, sehingga kita tetap dari pusat melalui kedutaan, apakah uang dolar asli atau palsu," ujarnya.
Saat ini, itu masih semacam kertas dan belum dapat dipastikan keasliannya. Untuk memastikan itu, harus ada ahlinya. Oleh karena itu, Irjen Pol Suharyono meminta untuk bersabar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kapolda-Sumatera-Biufr.jpg)