Pacu Jawi  Pemikat Hati dan Pembangkit Ekonomi di Kabupaten Tanah Datar Sumbar

Pacu jawi sebuah tradisi balapan sapi yang terus dilestarikan, kembali mengguncang Kabupaten Tanah Datar.

Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
Pacu jawi di Nagari Cubadak, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Sabtu (9/11/2024) 

TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR - Pacu jawi sebuah tradisi balapan sapi yang terus dilestarikan, kembali mengguncang Kabupaten Tanah Datar.

Tradisi pacu jawi kali ini dihelat di Nagari Cubadak, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

Perlombaan ini melibatkan pasangan sapi yang dikendalikan oleh joki yang berpegangan pada bajak kayu, berkompetisi di sawah basah setelah musim panen padi.

Saat tribunpadang.com berkunjung pada Sabtu(9/11/2024) terdengar teriakkan penonton menyemangati jagoannya.

Mereka berbaris mengelilingi arena untuk melihat joki yang ditarik oleh sapi dari garis start menuju finis.

Terlihat juga sesekali joki terjatuh hingga wajahnya dipenuhi lumpur, bangkit lagi dan tersenyum.

Baca juga: Pacu Jawi di Tanah Datar Sumbar Kembali Digelar, Ini Jadwal Lengkapnya

Banyaknya pengunjung tentu meningkatkan daya beli disekitar arena persawahan pacu jawi.

Hal itu dirasakan oleh salah satu pedagang asal Nagari Gurun bernama Mira yang terus berjualan saat pacu jawi digelar.

“Alhamdulillah berkat pacu jawi bisa meningkatkan pundi-pundi perekonomian untuk kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Pacu jawi diagendakan di daerah yang berbeda-beda tergantung musim panen ia tetap setia berjualan di event itu.

Dikatakannya, dari pada berjualan di pasar lebih besar untung saat event paju jawi.

Berbagai macam menu tradisional disajikan mulai dari kawa daun, rendang, dendeng, pical dan aneka gorengan.

Baca juga: Meriahkan Tradisi, Pacu Jawi Kembali Digelar di Tanah Datar Sumbar, Simak Jadwalnya!

“Mungkin karna pacu jawi sudah dikenal sampai ke luar negeri maka pengunjung antusias dan ramai serta penasaran dengan tradisi ini,” katanya.

Salah satu mahasiswa seni jurusan fotografi, Aris Hendra juga merasakan dampak baik dari segi ekonomi.

Ia menuturkan foto paju jawi menjadi daya tarik sendiri bagi pencinta fotografi hingga moment ini sangat penting untuk diabadikan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved