Gelombang Tinggi di Sumbar

BPBD Sumbar Catat Banjir Rob, Abrasi, dan Gelombang Tinggi di Sejumlah Daerah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan adanya banjir rob, abrasi, dan gelombang tinggi

Tayang:
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar, Ilham Wahab, Sabtu (19/10/2024). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan adanya banjir rob, abrasi, dan gelombang tinggi yang melanda beberapa daerah di pesisir Sumatera Barat, Sabtu (19/10/2024). Fenomena ini terjadi akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengatakan beberapa waktu belakangan terutama wilayah pesisir Sumatera Barat mengalami banjir, banjir rob, dan gelombang tinggi.

"Karena memang kondisi cuaca kita sedang tidak bersahabat, ada hujan dimana-mana sehingga menyebabkan banjir, banjir rob, gelombang tinggi, dan abrasi pantai," kata Ilham Wahab.

Ia menjelaskan, untuk kejadian abrasi pantai terjadi sebanyak 14 titik pantai di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Diperkirakan panjang abrasi di Kabupaten Pesisir Selatan, mencapai lebih dari 3.000 meter.

Kemudian, abrasi juga terjadi di Kota Padang, Sumbar. Untuk lokasinya berada di kawasan Kelurahan Sungai Pisang dan beberapa titik di pantai Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Baca juga: Gelombang Tinggi Terjang Pantai Muaro Batang Kapas Pessel, Sejumlah Rumah Terendam Banjir ROB

"Untuk kejadian di Sungai Pisang, Bungus. Kita mendapatkan laporan adanya rumah yang tergerus abrasi," ujarnya.

Selanjutnya adanya abrasi pantai yang ada di kawasan Pantai Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar.

"Untuk kawasan Pantai Pasir Jambak, terdapat gazebo pantai yang tergerus abrasi," sebutnya.

Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar, BPBD Provinsi Sumatera Barat belum mendapatkan data konkret terkait kejadian abrasi pantai.

Namun, gelombang tinggi masih terjadi di Mentawai, dan berpotensi adanya ancaman kejadian abrasi dikarenakan memiliki garis pantai yang panjang.

Baca juga: Aktivitas Warga Kembali Normal Pasca Banjir Rob Rendam Puluhan Rumah di Padang Pariaman

BPBD berharap adanya kesadaran masyarakat bagaimana menanami kawasan pantai, terutama dengan mangrove untuk mengantisipasi terjadinya abrasi pada saat adanya gelombang tinggi.

Sedangkan untuk membangun pagar pantai atau memasang batu grip dan lainnya membutuhkan biaya yang sangat besar.

Kepada masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor kelautan diharapkan waspada dan berhati-hati terkait gelombang tinggi yang saat ini terjadi.

"Khusus banjir rob, kami mendapatkan laporan terjadi di Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai," pungkasnya. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved