HUT 79 RI

Lomba Selaju Sampan Semarakkan HUT RI Ke-79 di Sungai Batang Arau Padang, Berlangsung 4 Hari

Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-79, Lomba Selaju Sampan kembali digelar di aliran Sungai Batang Arau, Kota Padang

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Dua grup atlet tim dayung melaju dalam pembukaan perlombaan selaju sampan di aliran sungai Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (15/8/2024). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-79, Lomba Selaju Sampan kembali digelar di aliran Sungai Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Berlangsung selama empat hari, mulai dari 15 hingga 18 Agustus 2024, acara ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga upaya melestarikan tradisi lokal yang sudah lama dikenal di masyarakat.

Lomba selaju sampan dayung Palinggam ini dibuka secara resmi pada Kamis (15/8/2024).

Ketua Panitia Selaju Sampan, Rahmat Ramadhanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk menyemarakkan HUT RI ke-79, tetapi juga untuk menghidupkan kembali kearifan lokal selaju sampan yang lama vakum. 

Ia menyebutkan, untuk kegiatan kali ini juga disupport dari Bakal Calon Walikota Padang Fadly Amran, sehingga untuk tahun ini kegiatan ini dinamakan Fadly Amran Cup Selaju Sampan.

Baca juga: Festival Muaro Padang akan Digelar 19-21 April 2024, Ada Perlombaan Selaju Sampan

"Terakhir, kami mengadakan lomba selaju sampan pada tahun 2016. Kita mesti menjunjung sportivitas, sampai-sampai ada semacam mindset atau pola pikir bahwasanya kegiatan selaju sampan identik dikenal dengan perkelahian antar kampung," kata Rahmat Jumat (16/8/2024).

Pada event kali ini di tahun 2024, para panitia kembali menyatukan semangat tim dayung, semangat komunitas dayung, dan lebih menjunjung sportivitas. Diharapkannya, kegiatan lomba selaju sampan ini dapat berkelanjutan setiap tahunnya.

Event tahun ini diikuti dari sebanyak 42 tim dayung, dilaksanakan dari tanggal 15 Agustus sampai dengan 18 Agustus 2024. Akan dimulai setiap pukul 14.00 WIB hingga sore hari, khusus pada 18 Agustus akan dilaksanakan sejak pagi hari. Sedangkan, pesertanya berasal dari lingkungan Kota Padang.

Rahmat Ramadhanto menyebutkan pagelaran lomba selaju sampan pada tahun ini lebih meriah daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dimulai dari pendaftaran peserta, panitia tidak memungut insert dari para peserta yang ingin mengikuti perlombaan.

"Kemudian dalam event ini, kami memberikan hadiah yang besar. Juara akan mendapatkan hadiah Rp 20 juta rupiah, juara 2 akan mendapatkan hadiah Rp 15 juta rupiah, juara 3 akan mendapatkan Rp 10 juta rupiah, dan juara 4 akan mendapatkan Rp 5 juta rupiah," ujarnya.

Baca juga: Menyimak Sejarah Batik di Sumbar, Batik Sampan jadi Produksi Batik Pertama

Selaku panitia, Rahmat Ramadhanto berharap semua stakeholder dan pemerintah daerah lebih memberikan perhatian khusus kepada event selaju sampan yang merupakan olahraga tradisional.

Baginya, olahraga selaju sampan ini adalah sebuah event yang menjadi area atau media serta forum untuk mencari bibit atlet dayung yang akan diikutsertakan dalam PON maupun Olimpiade.

"Satu tim dayung itu terdiri dari 12 orang, tapi peserta bisa mendaftarkan lebih dari 12 orang dalam satu tim. Artinya, ada pemain cadangan dalam setiap tim dayung," katanya.

Rahmat Ramadhanto menjelaskan motto dalam event ini adalah 'sarangkuah', dimana diharapkan bisa menyatukan kembali apa yang terpecah selama ini, bisa menyatukan komunitas dayung, mendukung sportivitas dan persatuan.

Selain itu, ia berkeinginan kedepannya tidak ada lagi penilaian bahwa event selaju sampan identik dengan 'bacakak kampung' (perkelahian kampung).

Baca juga: Gedung BI di Batang Arau Padang Kini Buka untuk Umum dan Gratis, Simak Cara Masuknya

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved