KSAD Kunker ke Wilayah Korem 032/Wirabraja, Beri Arahan ke Prajurit hingga Tinjau Koramil
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke wilayah Korem 032/ Wirabraja pada Rabu (7/8/2024)..
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke wilayah Korem 032/ Wirabraja pada Rabu (7/8/2024).
Maruli mulanya meninjau pembangunan RST Reksodiwiryo. Ia yang didampingi Pangdam I/ BB Mayor Jendral TNI Mochammad Hasan dan rombongan menuju Mako Yonif 133/ Yudha Sakti.
Kemudian, KSAD memberikan arahan ke prajurit di lapangan Markas Korem 032/ Wirabraja.
Adapun pada sore harinya Maruli meninjau rehab Markas Komando Rayon Militer (Koramil) 04 Lubuk Begalung Kota Padang.
Maruli tiba pukul 15.18 WIB. Melihat langsung progres pembangunan Mako yang dilakukan secara swakelola.
"Hari ini saya kunjungan kerja ke Korem 032. Saya diskusi banyak hal, memberikan pengarahan, melihat RST, ada beberapa kemungkinan akan kita tingkatkan," kata Maruli saat diwawancarai di Markas Koramil 04 Lubuk Begalung, Rabu (7/8/2024).
"Saat ini melihat Koramil dengan swakelola. Jadi ini baru dilakukan tahun ini, dan kita lihat kita cek di lapangan semua lebih jauh efektif, jauh lebih efisien dan jauh lebih murah. Mudah-mudahan setelah kita evaluasi tahun depan kita akan lebih meningkatkan Koramil secara swakelola," tambahnya.
Baca juga: Kata KSAD Soal Remaja NTT Tak Lulus Seleksi TNI, Padahal Dulu Dijanjikan Presiden
Kata KSAD Soal Remaja NTT Tak Lulus Seleksi TNI, Padahal Dulu Dijanjikan Presiden
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Maruli Simanjuntak memberikan klarifikasi terkait tidak lulusnya seorang remaja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) seleksi TNI, padahal presiden sempat menjanjikannya lulus.
Remaja tersebut ialah Yohanes Gama Marchal Lau alias Joni. Aksi heroiknya memanjat dan membetulkan tali tiang bendera pada upacara di NTT pada 2018 lalu mendapat atensi dari Presiden Joko Widodo.
Saat itu, Joko Widodo sempat menjanjikannya lulus seleksi TNI. Adapun, saat ini Joni telah lulus SMA dan kini berusia 19 tahun. Ia mengikuti seleksi TNI, namun tidak lulus.
"Sekarang sudah diteruskan seleksinya, karena bagaimanapun kesehatan harus kita cek, mudah-mudahan anak tersebut sehat, memenuhi syarat untuk ikut latihan, kita tidak permasalahkan itu," ujar KSAD Jendral TNI Maruli Simanjuntak saat kunjungan kerja ke Padang, Rabu (7/8/2024) sore.
"Karena memang sudah disampaikan oleh presiden, dan kita lihat, jiwa-jiwa yang seperti ini mudah-mudahan jadi contoh bagi anak yang lainnya," tambah dia.
Sebelumnya, dilansir dari kompas.com, Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) TNI Angkatan Darat (AD), Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi mengatakan, faktor tinggi badan menjadi alasan Yohanes Ande Kala atau akrab disapa Joni, tidak lulus seleksi.
Menurutnya, Joni hanya memiliki tinggi 155,8 cm, yakni di bawah syarat minimal untuk mendaftar TNI.
| BMKG Update Peringatan Dini Sumbar, Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga 22.00 WIB |
|
|---|
| Singapura Kuasai Pasar Nilai Impor Sumatera Barat, Pasok Barang Rp1 Triliun Lebih Awal Tahun 2026 |
|
|---|
| Mentan Amran Sulaiman Desak Pemulihan Pertanian Sumbar Selesai Satu Bulan, Kucurkan Rp450 Miliar |
|
|---|
| Padang Diguyur Hujan, Cek Update Peringatan Dini Cuaca Sumbar Pukul 15.00-17.30 WIB Hari Ini |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Sumbar 15 April 2026, Malam Hari Waspada Hujan Lebat di Pasaman dan Limapuluh Kota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kepala-Staf-Angkatan-Darat-KSAD-Jendral-TNI-Maruli-Simanjuntak-saat-meninjau-d.jpg)