Kasus Stunting di Padang
Hasil Pengukuran dan Intervensi: 1.594 Anak di Padang Sumbar Alami Stunting
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati menyatakan, hasil pengukuran intervensi serentak pencegahan stunting di Kota Padang ditemukan ..
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati menyatakan, hasil pengukuran intervensi serentak pencegahan stunting di Kota Padang ditemukan sebanyak 1.594 mengalami stunting.
Menurutnya, pelaksanaan pengukuran intervensi stunting Kota Padang sudah tutup pada 5 Juli 2024.
Sebanyak 58.518 data anak balita sudah diinput pada Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
Hanya 39 data balita yang belum diinput kedalam aplikasi pencatatan dan pelaporan berbasis masyarakat dengan teknologi elektronik tersebut.
"Kota Padang ada 58.518 yang sudah diinput ke aplikasi e-PPGBM, jadi sudah kita timbang 99,96 , ada 39 lagi balita yang belum kita masukan ke aplikasi," kata Srikurnia Yati, Rabu (10/7/2024).
Baca juga: Tingkatkan Pencegahan Stunting, Pemkab Sijunjung Gelar Program Bangga Kencana
Ia menambahkan hasilnya dari 58.479 anak yang ditimbang ditemukan sebanyak 1.594 anak alamo stunting
"Insya Allah tidak akan kita biarkan," ujar Srikurnia Yati.
Dijelaskannya, anak-anak yang stunting tersebut akan diberikan pelayanan agar bisa keluar dari stunting dengan bekerja sama dengan RSUD Rasidin.
"Semua anak-anak stunting itu akan dilakukan deteksi tumbuh dini anak di puskesmas. Kalau misalnya perkembangannya terganggu atau tidak sesuai, maka akan dirujuk di RSUD Rasidin. Ini sudah berjalan," katanya.
Saat dirujuk di RSUD Rasidin, dokter spesialis anak akan memandu pengobatan. Serta dibantu oleh nutrisionis yang paham dengan gizi anak.
"RSUD Rasidin juga sudah bekerja dengan Baznas dalam hal pemberian susu yang sesuai dengan kebutuhan anak stunting itu," kata Srikurnia Yati.
_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Temuan Kerangka Manusia, Minta Wanda Dihukum Mati dan Ombudsman Soal WFA |
|
|---|
| Tak Terima Pembelaan Wanda Pernah Biayai Pendidikan Korban, Yeni: Cika Kuliah Pakai Beasiswa KIP |
|
|---|
| Kasus Mutilasi Padang Pariaman: Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Unsur Perencanaan dalam Aksi Terdakwa |
|
|---|
| Jaga Kepercayaan Publik, LPS Cairkan Dana Nasabah BPR Pembangunan Nagari Rp17,26 Miliar |
|
|---|
| Terdakwa Kasus Mutilasi Ngaku Sehat Usai Sidang, Kuasa Hukum: Berkat Dukungan Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/stunting-di-solokk.jpg)