Kabupaten Agam

Bupati Agam Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Warga Terdampak Bencana

Bupati Agam meletakkan batu pertama untuk pembangunan rumah warga yang terdampak banjir bandang dan lahar dingin di Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam

Penulis: rilis biz | Editor: Emil Mahmud
Istimewa
Bupati Agam Andri Warman meletakkan batu pertama untuk pembangunan rumah warga yang terdampak banjir bandang dan lahar dingin di Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (6/7/2024). 

BUPATI Agam Andri Warman meletakkan batu pertama untuk pembangunan rumah warga yang terdampak banjir bandang dan lahar dingin di Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (6/7/2024).

Pembangunan rumah ini dilakukan oleh Kelompok Siaga Bencana (KSB) Panampuang. Ketua KSB Panampuang Rahmad Iskandar menjelaskan, bahwa ada dua unit rumah yang dibangun dengan ukuran 7×8 meter.

Selain dukungan dari KSB Panampuang, pembangunan rumah ini juga melibatkan partisipasi masyarakat sekitar dengan dukungan penuh dari pemerintah setempat.

"Dengan kerjasama semua pihak, kami berharap pembangunan rumah ini dapat segera diselesaikan," ungkap Rahmad Iskandar.

Menanggapi hal itu, Bupati Agam Andri Warman menyampaikan,  terima kasih dan apresiasi kepada KSB Panampuang atas bantuan dalam pembangunan rumah bagi warga yang terdampak bencana.

"Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu," tambahnya.

Makan Siang Cara Barapak

Usai meninjau lokasi lahan pertanian dan memantau pembangunan rumah warga terdampak bencana, Andri Warman diajak warga makan siang bersama.

Makan siang dilakukan dengan cara makan barapak, dimana nasi dan lauk pauknya dihidangkan secara memanjang dengan beralasan daun pisang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Agam Andri Warman mengatakan, makan barapak ini kembali mengingatkan beliau kepada masa-masa kecilnya saat di kampung dulu.

Dikatakan, makan barapak ini sudah jarang dan sulit ditemukan di masa sekarang ini.

“Meskipun makan dengan nasi dan lauk pauk seadanya serta beralasan daun pisang, tidak mengurangi rasa nikmatnya,” ujarnya.

Ia berharap, tradisi makan barapak ini bisa terus lestari, karena makan barapak ini dapat membangun rasa kebersamaan dan kekompakan. (rls)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved