Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi
Penjelasan PVMBG Penyebab Banjir Lahar Dingin Sumbar: Endapan Erupsi Marapi Bercampur Air Hujan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan penyebab terjadinya banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar)
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan penyebab terjadinya banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (11/5/2024).
Ketua Tim Gunung Api Badan Geologi PVMBG Heruningtyas Desi Purnamasari menjelaskan curah hujan tinggi mendorong terjadinya banjir lahar dingin di sekitar Gunung Marapi.
Adanya curah hujan yang cukup tinggi di area-area sungai yang berhulu di Gunung Marapi menjadi faktor terjadinya banjir lahar Gunung Marapi.
“Itu disebabkan adanya endapan. Adanya erupsi Marapi yang bercampur dengan air hujan dan menghasilkan lahar,” ujar Heruningtyas dilansir Tribunnews.com, Senin (13/5/2024).
Saat ini, lanjut dia, status Gunung Marapi berada di level tiga atau siaga dengan radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi. Menurut Heruningtyas, aktivitas Gunung Marapi masih belum stabil.
Baca juga: Jalan Terban di Nagari Lolo, Kecamatan Pantai Cermin Solok Sempat Terisolasi
“Rekomendasi Badan Geologi harus mewaspadai potensi bahaya lahar yang dapat terjadi khususnya di musim hujan. Curah hujan menentukan dampak adanya lahar,” tutur Heruningtyas.
Dia mengatakan, curah hujan tinggi memicu lahar meluas. Karena itu masyarakat perlu mewaspadai, khususnya yang berada di bantaran sungai. Pemerintah Daerah juga diminta untuk mewaspadai aliran lahar.
“Kalau debit tinggi dan endapan material Gunung Marapi menumpuk di puncak dapat menghasilkan lahar besar,” imbuh Heruningtyas.
Sejauh ini, ucap Heruningtyas, Badan Geologi sudah membuat peta rawan bencana aliran lahar. Selain itu, pos pemantau telah memberikan laporan berkala setiap enam jam.
“Sudah tertulis masyarakat diimbau hati hati di aliran lembah karena ketika curah hujan tinggi di area puncak bisa memicu adanya lahar,” terangnya.
Baca juga: Korban Banjir Bandang Padang Panjang Ditemukan di Pasia Jambak Padang, Terseret 70 Kilometer Lebih
Dia menambahkan, Badan Geologi memberikan imbauan atau rekomendasi mengenai bahaya aliran lahar. Namun, untuk memperkirakan berapa besarnya lahar akan tergantung terhadap curah hujan.
“Kalau untuk lahar berbagai stakeholder khusus untuk aktivitas Gunung Merapi itu dari Badan Geologi. Enam jam sekali report. Untuk lahar sangat tergantung musim hujan dan curah hujan di puncak,” kata Heruningtyas.
Menurutnya, selain Gunung Marapi, gunung lain yang perlu diwaspadai potensi sangat rawan adalah untuk area-area sungai yang berhulu di puncak gunung.
“Tidak hanya Gunung Marapi contohnya Gunung Semeru juga ada lahar dan beberapa kali ada korban,” kata Heruningtyas.(*)
| Pemkab Agam Usulkan Ratusan Bantuan Rumah bagi Korban Banjir Lahar Dingin, Pembangunan Bertahap |
|
|---|
| BPBD Agam: Bantuan Rehab Rumah untuk Korban Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar dalam Proses |
|
|---|
| 5 Bulan Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar Berlalu, Bantuan dari Presiden Tak Kunjung Cair |
|
|---|
| Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi, Ombudsman: Korban Tagih Janji-Janji Pemerintah |
|
|---|
| Mulai Bisa Dilalui 21 Juli, Perbaikan Jalan Padang-Bukittinggi Lembah Anai Baru 40 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Bongkahan-kayu-akibat-banjir-bandang-berjejer-di-Simpang-Manunggal.jpg)