Kabupaten Padang Pariaman
Padang Pariaman Butuh Normalisasi Sungai, Perbaikan Jembatan dan Groin Pemecah Ombak
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur minta normalisasi 11 sungai, untuk penanganan bencana menahun di daerahnya.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur minta normalisasi 11 sungai, untuk penanganan bencana menahun di daerahnya.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi bersama Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur memenuhi undangan ke Jakarta dalam pembahasan penanganan bencana di daerahnya di Gedung utama Kementerian Koordinasi PMK, Kamis (02/05/2024).
Dalam pertemuan turut hadir Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Sestama BNPB Dr. Rustian dan beberapa eselon satu Kementerian Sosial RI.
Dalam pemaparannya Bupati Suhatri Bur menyampaikan bahwa penanganan bencana harus secara komprehensif dimulai dari normalisasi 11 sungai yang bermuara di Padang Pariaman.
Baca juga: Bupati Sijunjung Benny Dwifa Tabur 10 Ribu Bibit Ikan di Sungai Batang Pulasan
Selanjutnya Suhatri Bur berharap rekonstruksi dan rehabilitasi terhadap dampak bencana di beberapa titik diantaranya di aliran sungai Batang Anai, Batang sungai limau, Batang Sani, Batang Mangoi.
"Kita berharap perbaikan jembatan Sungai sa'adah, Jembatan Tandikek, Jembatan Kayu Gadang, Jembatan Guguak Batang Piaman dan beberapa jembatan lainnya," ujarnya.
Serta perbaikan irigasi yang mengaliri ribuan lahan pertanian dapat dilakukan secepatnya agar kegiatan pertanian masyarakat berjalan lancar dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lagi.
Selanjutnya Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur juga mengajukan Groin pemecah ombak di beberapa titik bibir pantai Padang Pariaman sepanjang 60,5 km.
Semua pengajuan permohonan tersebut telah dirangkum dalam bundelan proposal yang terbagi berdasarkan kementerian masing masing.
Baca juga: Musorkab KONI Padang Pariaman, Suhatri Bur: Semoga Bisa Hasilkan, Atlet Handal dan Berprestasi
Selaku pimpinan Rakor tingkat menteri tersebut Menko PMK Muhajir Effendi mengatakan memenuhi janji pada bulan lalu.
Yaitu dalam penanganan bencana alam maupun pasca bencana alam yang melanda Padang Pariaman, Kamis dan Jumat (7-8 Maret 2024), akan dibawa dan dibahas pada Rapat Koordinasi pada Tingkat Menteri nantinya.
"Karena, beberapa pejabat dari Pusat telah melakukan kunjungan langsung untuk melihat dan mengamati dalam penanganan bencana alam (bencal) tanah longsor dan banjir pasca kejadian musibah ini, makanya diadakan tindak lanjut untuk penanganan bencana tersebut dan memprioritaskan pengajuan Bupati Padang Pariaman," terang Muhadjir
Pada kesempatan tersebut berulang kali Menko PMK, Menteri Kesehatan RI, Sestama BNPB RI memuji kegigihan Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur.
"Saya melihat sangat jarang Bupati yang begitu gigih dan serius meminta alokasi pembangunan untuk daerahnya," mengakhiri. (*)
| Akses Jalan Menuju Polres Padang Pariaman Terban Akibat Hujan Deras, Polisi Pasang Police Line |
|
|---|
| Pemasungan ODGJ di Padang Pariaman, saat Solusi Keluarga Berlawanan dengan Prinsip Psikologi Humanis |
|
|---|
| Fenomena Pemasungan ODGJ di Padang Pariaman Bukti Lunturnya Solidaritas di Ranah Minang |
|
|---|
| Ayah di Padang Pariaman Diduga Akhiri Hidup di Pohon Alpukat, Sempat Kirim Pesan Haru ke Anak |
|
|---|
| Catatan Aspila Sepekan Terakhir, Laporan Kasus Pemasungan Meningkat di Padang Pariaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Bupati-Padang-Pariaman-Surta-dalam-pembahasan-penanganan-bencana-d.jpg)