Wakil Presiden Dorong Agar Pembangunan Keluarga Sejahtera Benar-Benar Sukses

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat, negara dan bangsa.

Tayang:
Penulis: rilis biz | Editor: Emil Mahmud

"Sosialisasi juga kami lakukan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat supaya ini tidak dianggap sebagai sesuatu hal yang biasa," tandas dokter Hasto.

Sangat menyayangkan kejadian itu, dokter Hasto mengingatkan bahwa perempuan yang di usia delapan tahun atau kurang sudah menstruasi, pertumbuhannya akan terganggu dan dia harus ditreatment oleh dokter supaya menstruasinya sedikit ditunda.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati, menjelaskan bahwa BKKBN Jatim telah mengunjungi keluarga tersebut, seraya menjelaskan juga bahwa Jatim dihuni oleh penduduk dengan empat budaya.

Empat budaya itu adalah budaya arek yang berkembang di sekitar Kota Surabaya. Ada budaya pandalungan di tapal kuda. Ada budaya yang berkembang di Madura, dan satu lagi budaya mataraman yang berkembang di wilayah perbatasan Jatim dan Jawa Tengah.

"Terkait dengan perkawinan anak, setiap budaya itu beda. Kalau di daerah Madura dan tapal kuda, biasanya faktor perkawinan anak lebih tinggi dari pada budaya arek dan mataraman," ujar Ernawati.

Solusi yang ditempuh oleh BKKBN menghadapi kasus tersebut adalah dengan melakukan pendampingan terhadap psikologis anak. Kemudian orangtua diharapkan memiliki komitmen mempertunangkan anak pada usia ideal.

"Kami sudah datang di lokasi didampingi Pemerintah Kabupaten Sampang. Hadir saat itu Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan, Tim Percepatan Penurunan Stunting," jelas Ernawati.

Dari hasil kunjungan itu diketahui bahwa pertunangan itu dilakukan bukan karena faktor faktor ekonomi. "Jadi, ada satu peristiwa orangtua anak tersebut saat di Mekah punya nazar atau janji apabila sama-sama hamil si anak ini akan dijodohkan," terang Ernawati.

Lanjut Ernawati, "Kemudian pihak laki-laki tidak betah kayaknya. Begitu usia sudah SD langsung dilamar besar-besaran. Padahal sebenarnya keluarga si perempuan menolak."

Pertunangan itu, kata Ernawati, hanya ikatan saja. Mereka akan menikah setelah tamat SMA. "Namun demikian, secara psikologis si anak ini juga perlu pendampingan karena saat ditunangkan, ada bully di sekolah, menjadi bahan tertawaan teman-temannya."

Atas pertanyaan lainnya, dokter Hasto berujar bahwa anak-anak tidak boleh diisi oleh hal-hal yang sifatnya memengaruhi template sikap moral mereka. Ini penting sekali, utamanya di 1.000 hari pertama kehidupan.

"Kalau anak sudah dikenalkan dengan game-game yang cenderung memengaruhi sikap kekerasan, ini tentu akan sangat berbahaya," ujar dokter Hasto.

Parenting juga disorot dokter Hasto. Diingatkan bahwa tahapan perkembangan anak di usia balita harus dipantau. "Sekarang ada anak yang baru usia 5-6 tahun sudah memakai kacamata tebal. Mata kalau melihat atau membaca Hp, game yang jaraknya terlalu dekat, maka akomodasi mata berat sekali. Sehingga kelainan mata akan terjadi. Namanya miopi,"

Menurut dokter Hasto, esensi muatan game tidak hanya secara psikologis membangkitkan kekerasan pada anak, tetapi juga menimbulkan masalah pada mata. "Selamatkanlah anak-anak kita, agar tidak terkena toksik hal-hal yang seperti itu," kata dokter Hasto. (rls)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved