Literasi Digital Pasbar

Eksistensi Majalah Sekolah di Era Digitalisasi

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti menjadi muasal bagi penumbuhkembangan budaya literasi di Indonesia yang ditandai ..

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fuadi Zikri
Guru Teknik Ketenagalistrikan di SMK Negeri 1 Lembah melintang Sri Wahyuni.
Guru Teknik Ketenagalistrikan di SMK Negeri 1 Lembah melintang Sri Wahyuni menunjukkan majalah sekolah yang diterbitkan. 

Adapun sub program yang telah dijalankan adalah penataan perpustakaan sekolah, peningkatan pelayanan, sosialisasi dan implementasi literasi dalam pembelajaran, serta fasilitas penerbitan dan publikasi hasil kerja siswa.

Dengan demikian, tahapan literasi tentang pembiasaan dan pengembangan sudah berhasil dilaksanakan.

Hanya saja, yang perlu digarisbawahi adalah Sumber Daya Manusia (SDM)-nya. Bagaimanapun pemerintah membuat program, bagaimana upaya sekolah melengkapi dan memperindah perpustakaan, mendirikan pojok literasi di setiap kelas dan taman-taman sekolah pada kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), jika SDM-nya tidak mau dibentuk, maka semuanya akan sia-sia.

Hal yang sedemikian rupa tersebut hanya tampak sebagai bukti otentik saja, bahwa disekolah tersebut mendukung kegiatan literasi. Jauh dibalik itu semua, harapan kita sebagai guru tidaklah terlalu muluk, minimal siswa fase E dan F ini berada pada level C2 kognitif, yaitu siswa mampu menjelaskan apa yang dibaca atau yang diamatinya dengan lugas tanpa ragu-ragu.

Sementara pada kenyataannya, yang kita hadapi sehari-hari di dalam kelas adalah rata-rata siswa tidak mampu melakukannya secara mandiri.

Terkait dengan hal ini, dalam workshop penyuluhan siber dan pelatihan jurnalistik digital pada hari kamis, 7 Maret 2024 bertempat di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat. Salah seorang narasumber dari Tribun, Setya Krisna Sumargo menyatakan bahwa “minat baca buku siswa tidak bisa dipaksakan” sehingga surat kabar atau koran yang dahulunya cetak sudah beralih ke digital.

Akses berita sudah dalam bentuk narasi video pendek yang dapat diakses kapan saja, dimana saja melalui satu sentuhan gawai tanpa biaya beli buku atau Koran.

Menurut penulis, hal ini memang yang paling efisien dilakukan oleh Tribun dengan jargon “Mata Lokal Menjangkau Indonesia”, pembacanya skala nasional dari seluruh kalangan.

Sementara yang kita hadapi di SMK adalah pelajar dengan usia 17-21 tahun, yang misalnya guru mendorong siswa untuk membaca teks di Handphone, siswa lebih memilih chatingan, buka media sosial atau YouTube.

Atau misalnya diberi waktu untuk membaca dipojok literasi kelas, mereka malah main game di sana. Ini hanya sebagian contoh kecil bagaimana siswa dan guru bertransformasi dari zaman analog ke zaman digitalisasi yang penuh tantangan ini.

Sebagai guru dan Pembina ekstrakurikuler, Penulis memandang literasi menjadi dua variable. Meskipun satu sama lainnya tampak relevan, tentunya dalam aspek penerapan akan terjadi perbedaan prioritas.

Pertama sebagai guru, harapan utamanya tentang literasi paling minimum adalah siswa mampu menjelaskan apa yang dibaca atau apa yang diamatinya berdasarkan tingkat kompetensi yang dipelajari sehingga dapat diterapkannya dalam pembelajaran.

Hal ini sangat kontan efeknya ketika siswa akan praktikum, tidak hari-hati membaca spesifikasi alat akan berdampak fatal terhadap keselamatan kerja.

Kedua, sebagai Pembina ekstrakurikuler tentunya dengan cakupan yang lebih luas. Meskipun anggota TLS di SMKN 1 Lembah Melintang hanya berjumlah 7 orang siswa dari 980 siswa ditahun 2024.

Tetapi kami optimis bahwa yang paling dekat dengan kreativitas siswa adalah penerbitan majalah sekolah. Memang masih konvensional tetapi tetap ada sentuhan digitalnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved