Literasi Digital Pasbar
Dedikasi Putri Aceh di Pedalaman Pasaman Barat
Saya adalah seorang putri kelahiran tanah rencong. Kisah saya bermula saat tiba pengumuman penempatan Guru Garis Depan atau disingkat dengan GGD.
Oleh Lusniati Saputri, S.Pd., Guru Kelas SDN 10 Sungai Beremas, Pasaman Barat.
Saya adalah seorang putri kelahiran tanah rencong. Kisah saya bermula saat tiba pengumuman penempatan Guru Garis Depan atau disingkat dengan GGD.
Berdasarkan hasil pengumuman tersebut maka saya ditempatkan di sebuah sekolah yang bertempat di desa bernama Lubuk Bontar. Penduduk desa di Lubuk Bontar berasal dari berbagai daerah dan suku di antaranya terdiri dari suku Minang, Jawa, dan Mandailing.
Nama sekolah penempatan saya yaitu SD Negeri 10 Sungai Beremas. Awal keberangkatan saya menuju desa Lubuk Bontar, saya merasa sangat antusias.
Tibalah di simpang jalan masuk desa tersebut yang bernama Simpang PT BTN kami mulai memasuki jalan bebatuan yang lebar, namun lama kelamaan jalannya semakin jauh ke dalam semakin banyak rintangan seperti tanjakan patah, sempit dan licin.
Hal ini sangat jauh dari ekspektasi saya. Belum lagi kita banyak berjumpa dengan persimpangan jalan yang kembar sehingga jika tidak ada yang menunjukkan arah, maka kita akan tersesat.
Pada saat itu perjalanan kami dipandu oleh marinir yang bertugas di kecamatan tersebut dan kebetulan kakaknya teman saya. Setelah melalui perjalanan sejauh 20 km, maka saya tibalah di desa pertama yang ada di tengah perkebunan sawit.
Nama desa tersebut adalah Lubuk Buaya. Tidak jauh dari perumahan penduduk, saya bertemu dengan simpang yang memiliki papan penunjuk arah menuju SDN 10 Sugai Beremas.
Saya mengira sudah dekat dengan gerbang sekolah, dan ternyata tidak, karena tidak jauh dari papan penunjuk arah tersebut jalanannya sedang mengalami banjir yang cukup besar.
Akhirnya saya berhenti di dekat banjir dengan rasa putus asa, sementara di sekolah penempatan saya akan dilaksanakan rapat pemilihan wali kelas.
Sehingga saya mencoba untuk mencari-cari sinyal agar bisa memberi kabar kepada kepala sekolah di dalam. Namun jawaban kepala sekolahnya bahwa rapat akan segera dimulai dan saya diberi waktu agar tiba di sekolah dalam waktu 15 menit.
Beberapa menit kemudian saya memperhatikan ada truk yang menyeberang banjir, maka saya mencoba menunggu truk sawit selanjutnya yang lewat. Tidak menunggu lama truk lainnya yang hendak menjemput sawit juga lewat.
Saya mencoba menyetop truk tersebut dan meminta izin untuk menumpang sampai ke sekolah. Tiba di sekolah, berdasarkan keputusan hasil rapat bahwa saya ditempatkan di kelas I.A dan I.B dengan jumlah siswa 80 orang.
Sungguh tantangan yang sangat berat bagi saya, karena saat itu saya baru setahun menyelesaikan belajar saya di Universitas Negeri Padang. Saya belum memiliki pengalaman banyak dalam mengajar, karena setahun sebelumnya saya mengajar hanya 9 siswa di sekolah premium yang baru saja launching di Kota Padang.
| Tim Voli SMAN 1 Lembah Melintang Raih Juara 1 di Kejuaraan Voli Piala Kapolres Pasaman Barat |
|
|---|
| SMAN 2 Kinali Laksanakan Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan dengan Narasumber Dosen UNES Khairani |
|
|---|
| MIN 2 Pasaman Barat Laksanakan Perpisahan Siswa Kelas VI dan Wisuda Tahfiz |
|
|---|
| Ujian Akhir Sekolah Berakhir, Pihak Sekolah Kembalikan Peserta Didik kepada Orangtua Masing-Masing |
|
|---|
| Pelaksanaan P5PPRA MAN 1 Pasaman Barat Salah Satu Upaya Memelihara Kearifan Lokal Nagari Air Bangis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Lusniati-Saputri-SPd-Guru-Kelas-SDN-10-Sungai-Beremas.jpg)