Gunung Marapi Erupsi

Aktivitas Erupsi Gunung Marapi Sumbar Menurun, Tiga Hari Terakhir Tanpa Letusan

Aktivitas erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Dok. Pos PGA Bukittinggi
Visualisasi Gunung Marapi dari Pos PGA Bukittinggi, Senin (11/3/2024). 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Aktivitas erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, tidak ada terjadi letusan dalam tiga hari terakhir dan hanya terjadi beberapa hembusan.

"Pada hari Sabtu (9/3/2024) hanya terjadi 4 kali hembusan dan 0 letusan, pada hari Minggu (10/3/2024) hanya terjadi 3 kali hembusan dan 0 letusan, sementara itu pada hari ini, Senin (11/3/2024) hingga data pukul 12.00 WIB ini baru terjadi 3 kali hembusan dan 0 letusan," jelas petugas Pos PGA Bukittinggi, Teguh Purnomo, Senin (11/3/2024).

Dari data pukul 00.00 hingga 12. 00 WIB, sudah terjadi 1 kali Vulkanik Dangkal, 2 kali Tektonik Lokal, 2 kali Tektonik Jauh dan Tremor Menerus.

"Saat ini juga teramati asap dari kawah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tebal dengan ketinggian 150 hingga 200 meter dari puncak yang condong mengarah ke Timur," jelasnya.

Baca juga: Gunung Marapi Kembali Erupsi Jumat Sore, Abu Membubung Ratusan Meter ke Langit

Saat ini status Gunung Marapi masih Level III (Siaga), masyarakat dihimbau agar tetap mematuhi rekomendasi.

Masyarakat di sekitar G. Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4.5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) G. Marapi.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh

Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Baca juga: Gunung Marapi Sumbar 19 Kali Erupsi Sejak Minggu Dini Hari, Energi Letusan Diharapkan Cepat Habis

Pemerintah Daerah Kota Bukit Tinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Marapi.

Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Marapi melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram).(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved