Harimau di Pasaman

Makna Puti Malabin, Nama Harimau Betina yang Ditangkap di Pasaman

Harimau Sumatera yang masuk jebakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
BKSDA Sumbar
BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menangkap harimau sumatera di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Minggu (4/2/2024) 

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN - Harimau Sumatera yang masuk jebakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, diberinama Puti Malabin.

Plh. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Antonius Vevri mengatakan Puti Malabin, bermakna Puti, karena berjenis kelamin betina.

Sementara Malabin merupakan singkatan dari tiga nagari yakni Malampah, Ladang panjang, Binjai.

"Satwa ini berasal dan bergerak di tiga kenagarian ini. Sesuai dengan nama  kecamatannya, Kecamatan Tigo Nagari," kata Antonius Vevri, Senin (5/2/2024).

Diketahui, harimau sumatera di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat akhirnya masuk jebakan dan ditangkap, Minggu (4/2/2024).

Baca juga: Harimau Sumatera Betina yang Ditangkap di Pasaman Diberi Nama Puti Malabin

Antonius Vevri menyampaikan kronologis penanganan berawal dari laporan warga kecamatan Tigo Nagari diduga Harimau Sumatera yang memakan korban 1 ekor ternak.

"Selasa, 2 Januari 2024, sekira pukul 14.00, warga kecamatan Tigo Nagari melaporkan bahwa kejadian konflik satwa liar yang diduga Harimau Sumatera yang memakan korban 1 ekor ternak,"
kata Antonius Vevri, Minggu (5/2/2024).

Berdasarkan arahan Plt. Kepala Balai, Kepala SKW I segera memerintahkan Tim WRUnya untuk melakukan verifikasi dan penanganan.

Kemudian tim melakukan rapat koordinasi Forkompimca Kec. Tigo Nagari dan Wali Nagari Ladang Panjang, Wali Nagari Binjai dan Ketua Pemuda setempat untuk penanganan tersebut, pada Rabu (3/2/2024).

Dijelaskan Antonius Vevri, harimau muncul di beberapa titik dalam Nagari lingkup Kecamatan Tigo Nagari.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Harimau Sumatera di Pasaman, BKSDA Pasang 3 Perangkap Pakai Umpan Kambing

Untuk itu, tim melakukan penanganan berupa verifikasi, patroli, penggiringan dan pemantauan dengan camera trap maupun drone thermal serta pendampingan terhadap warga untuk memberikan rasa aman. 

"Tim memutuskan untuk memasang 3 kandang jebak dalam rangka evakuasi satwa," kata Antonius Vevri.

Antonius Vevri menambahkan sejak tanggal 31 Januari 2024 tim melakukan isolasi pergerakan satwa pada satu titik di Nagari Binjai;

"Tanggal 2 Februari 2024, satwa sempat masuk ke kandang jebak, namun lepas kembali," tambahnya.

Kemudian pada, Minggu, (4/2/2024) sekira pukul 05.43 WIB satwa Harimau Sumatera berjenis kelamin betina dengan panjang sekitar 160 cm dan berat sekitar 70 kg masuk ke kandang jebak dengan umpan seekor kambing. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved