Gunung Marapi Erupsi
Gunung Marapi Kembali Keluarkan Kepulan Asap Jumat Pagi, Ada Aktivitas Tremor dalam kawah
Gunung Marapi Sumatera Barat kembali mengeluarkan kepulan asap, Jumat (2/2/2024) pagi sekitar pukul 06.24 WIB.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Gunung Marapi Sumatera Barat kembali mengeluarkan kepulan asap, Jumat (2/2/2024) pagi sekitar pukul 06.24 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, Indra Saputra mengatakan kepulan terjadi karena adanya aktivitas tremor dari dalam kawah
"Kepulan asap tersebut karena adanya aktivitas tremor dari dalam kawah," katanya.
Indra menjelaskan cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara 21.5-22.3 °C, kelembaban udara 86-89.3 persen, dan tekanan udara 683.3-683.9 mmHg. Volume curah hujan 31.65 mm per hari.
Selain itu, berdasarkan data Pos PGA dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, terjadi Vulkanik Dangkal 2 kali dengan Amplitudo : 1.8-2.3 mm, Durasi : 7-13 detik, Vulkanik Dalam 1 kali dengan Amplitudo : 2.6 mm, S-P : 1.3 detik, Durasi : 10 detik, Tektonik Lokal 1 kali dengan Amplitudo : 2 mm, S-P : 1.7 detik, Durasi : 13 detik dan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm).
Baca juga: Pemko Padang Panjang Terima Bantuan BNPB Rp250 Juta untuk Penanganan Dampak Erupsi Gunung Marapi
Gunung Marapi Sumatera Barat masih berstatus siaga, Indra menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi rekomendasi yang sudah dikeluarkan.
Masyarakat di sekitar G. Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4.5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) G. Marapi.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.
Baca juga: Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Marapi, Jalan Jorong Cumantiang Agam Diperlebar untuk Evakuasi
Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Pemerintah Daerah Kota Bukit Tinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Marapi.
Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Marapi melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial
PVMBG (facebook, twitter, dan instagram).(*)
| Breaking News: Gunung Marapi Kembali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu 1,6 Km Condong ke Timur Laut |
|
|---|
| Waspada Lahar Dingin dan ISPA, Gunung Marapi Erupsi Semburkan Abu Kelabu Setinggi 500 Meter |
|
|---|
| Gunung Marapi Erupsi Lagi Minggu Pagi Ini, Kolom Abu Setinggi 500 Meter Mengarah ke Tenggara |
|
|---|
| Waspada Lahar Dingin Marapi Saat Hujan, Petugas Rekam Durasi Letusan Terpanjang 201 Detik |
|
|---|
| Gunung Marapi Meletus Puluhan Kali hingga Maret 2026, Kolom Abu Capai 3.000 Meter, Warga Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/TribunPadangcomFajar-Alfaridho-Hermanas.jpg)