Mengenal Sinole, Makanan Khas Raja Ampat dari Olahan Sagu, Parutan Kelapa, dan Gula Aren
Sinole adalah salah satu makanan khas di pesisir Papua Barat Daya, termasuk di Kabupaten Raja Ampat. Sinole, merupakan makanan khas yang terbuat dar..
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, RAJA AMPAT - Sinole adalah salah satu makanan khas di pesisir Papua Barat Daya, termasuk di Kabupaten Raja Ampat.
Sinole, merupakan makanan khas yang terbuat dari olahan sagu. Sagu tersebut dikukus dan dicampur dengan parutan daging kelapa.
Selain itu, sagu dan parutan daging kelapa itu kemudian ditambahkan gula aren sebagai penambah rasa manis.
Kedua bahan utama itu diaduk, kemudian diisi dengan gula aren. Selanjutnya, dilipat layaknya dadar gulung.
Sinole kemudian dapat dihidangkan di wadah. Akan lebih nikmat lagi, ketika menikmati Sinole juga disertai dengan air kelapa muda.
Imelda Burdam, pengurus Sanggar Kreasi Mankonbon, Kampung Sapokren, Distrik Waigeo Selatan menjelaskan bahwa sagu memang merupakan makanan pokok di Papua secara umum.
Namun, tiap daerah punya khas masing-masing dalam mengolah sagu menjadi makanan.
Baca juga: Pisang Kapik, Jajanan Tradisional di Bukittinggi yang Jadi Favorit untuk Berbuka Puasa
Sinole yang berbentuk seperti dadar gulung merupakan khas di Raja Ampat khususnya bagi suku Betew.
Imelda bilang, keju atau abon juga bisa pengganti gula aren pada Sinole.
"Sementara suku lain di Misool misalnya bikin Sinole di bambu, isian tengahnya pakai kerang laut. Bentuk atau cetakannya beda," kata Imelda saat diwawancarai TribunPadang.com di Kampung Sapokren, Sabtu (13/1/2024) sore.
Alumnus Jurusan Ekowisata Universitas Papua ini mengatakan, Sinole itu merupakan makanan pengganti nasi sejak dahulunya.
"Kalau di Papua sendiri Sinole itu sebagai pengganti nasi, jadi dulunya belum ada nasi, orang tua zaman dulu makannya sagu," ujarnya.
Di samping itu, Imelda menuturkan bahwa para orang tua dulunya kerap mengingatkan anak-anaknya agar makan sagu atau Sinole tidak boleh ada sisa.
"Orang tua dulu sering bilang, kalau makan sagu atau Sinole jangan ada sisa atau jangan dibuang, karena cara membuatnya lebih susah dari pada nasi," ungkap dia.
Menurut Imelda-pun, sagu yang siap diolah prosesnya lebih dari pada beras menjadi nasi.
| Asal Usul Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana, Pemilik Jawab Isu terkait Jokowi dan Tambang Raja Ampat |
|
|---|
| Bahlil Jawab Keterlibatan Jokowi dengan Tambang Nikel Raja Ampat, Singgung Kapal JKW dan Dewi Iriana |
|
|---|
| Viral Tagar Save Raja Ampat, Bahlil akan Sambangi Tambang Nikel di Papua, Ternyata Milik PT Antam? |
|
|---|
| Pertama Kali Cicip Nasi Padang, Makanan khas Sumbar yang Menggugah Selera |
|
|---|
| Rasa dan Aroma Durian Malaysia: Keunikan dan Kepelbagaiannya Perlu Coba! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Mengenal-Sinole-Makanan-Khas-Raja-Ampat-dari-Olahan-Sagu-Parutan-Kelapa-dan-Gula-Aren.jpg)