Unand Resmikan Gedung Laboratorium Sentral Senilai Rp209 Miliar, Dilengkapi Peralatan Terbaru
Universitas Andalas (Unand) resmi punya gedung Laboratorium Sentral, yang diresmikan hari ini, Sabtu (18/11/2023).
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Universitas Andalas (Unand) resmi punya gedung Laboratorium Sentral, yang diresmikan hari ini, Sabtu (18/11/2023).
Peresmian gedung yang mulai dibangunan pada Juni 2022 ini merupakan sisa akhir jabatan Rektor Unand Prof Yuliandri. Sebab pelantikan Rektor Unand terpilih periode 2023-2028 Efa Yonnedi dijadwalkan pada Senin (20/11/2023).
Dirjen Dikti Ristek, Kemdikbud Ristek RI, Bapak Prof Ir, Nizam mengatakan kehadiran Gedung laboratorium sentral ini merupakan modal bagi Unand menjadi universitas riset di Indonesia.
Menurutnya, peralatan yang tersedia di sini juga merupakan salah satu yang terbaik dan belum dimiliki kampus-kampus lainnya.
"Alhamdulillah hari ini sudah diresmikan, di sini salah satu peralatannya yang maju. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Unand, bagaimana menghasilkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Nizam, di sela-sela peninjauan Labor Sentral, Sabtu (18/11/2023).
Baca juga: Presiden BEM KM Unand: Pemilu Semakin Memuakkan, Mahfud MD Minta Generasi Muda Tidak Skeptis
Beberapa alat yang merupakan spek terbaru dan belum ada di Indonesia. Di antaranya LCMS/MS (Liquid Chromatography Mass Spectrophotometry/ Mass Spectrophotometry) type Shimadzu type 9050 baru satu di Asia Tenggara di Universitas Andalas.
Lalu Raman Microscope Type Senterra II baru ada 5 buah di dunia salah satunya di Universitas Andalas, AFM (Atomic Force Microscope) type Park FX40 baru ada satu di Asia Tenggara di Universitas Andalas. Serta Flow Cytometer type Atunne CytPix baru satu-satunya di Indonesia.
Dikesempatan yang sama, Prof Yuliandri mengatakan Pembangunan Laboratorium Sentral Unand ini dari pembiayaan dari Surat Beharga Syariah Negara (SBSN).
"Usulan pembangunan Labor sentral, dilakukan atas pertimbangan, melihat pada komitmen serta orientasi pencapaian program UNAND sebagai universitas riset, yang mengharuskan adanya dukungan sarana riset," kata Prof Yuliandri.
Ia menambahkan, melihat sarana labor Unand sebelumnya, masih sangat terbatas dari sisi peralatan dan belum menyesuaikan dengan kebutuhan untuk riset, yang harus didukung peralatan terbaru.
Baca juga: Mahfud MD Beri Kuliah Umum di Unand, KPU Sumbar Ingatkan Tak Boleh ada APK dan Ajakan Memilih
"Gedung lab sebelumnya masih terletak pada lokal bersama," katanya.
Ia menambahkan, pembangunan gedung ini menelan anggaran sekitar Rp209 Miliar. Dengan rincian Gedung Lab Sentral sekitar Rp63 Miliar, inventaris kantor Rp5,7 Miliar, peralatan lab Rp112 Miliar, muebiler sekitar Rp 27 Miliar.
Luas lahan Lab ini sekitar: 1,2 Ha dan Luas Bangunan sekitar 7.643 M2. Peruntukannya sebagai Labor Pendidikan (Kimia Dasar, Biologi Dasar, dan Fisika Dasar), Laboratorium Riset, Preparasi Kimia dan Fisika, Analisis Kimia dan Fisika, Preparasi Biologi, Analisis Biologi, Pengujian Kimia dan Fisika, serta Optik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/gedung-laboratorium-sentral.jpg)