Mengenal Capung, Hewan Penting untuk Jaga Ekosistem Terancam Punah

Ordonata adalah serangga karnivora yang biasa disebut dengan capung. Serangga ini mempunyai rahang yang bergigi.

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunJogja.com
Ordonata serangga karnivora yang biasa disebut dengan capung yang terancam punah. 

TRIBUNPADANG.COM - Ordonata adalah serangga karnivora yang biasa disebut dengan capung. Serangga ini mempunyai rahang yang bergigi. 

Di bagian labium (bibir bawah) terdapat tonjolan-tonjolan (spina) tajam menyerupai gigi. Ordonata adalah kelompok serangga yang berukuran sedang sampai besar dan seringkali berwarna menarik.

Tanpa kita sadari, bahwa keberadaan hewan dengan nama latin Anisoptera ini semakin berkurang di sekitar kita. Hal tersebut terjadi karena adanya penurunan populasi capung diseluruh dunia setiap tahunnya.

Menurut data International Union for Conservation of Nature (IUCN), rusaknya lahan basah berpengaruh pada menurunnya jumlah capung di seluruh dunia, dari tahun ke tahun. Hingga Desember 2021, jumlah spesies yang masuk daftar merah IUCN sejumlah 142.577 spesies, dan sebanyak 40.084 diantaranya berstatus terancam punah.

Viola Clausnitzer, peneliti Capung dari IUCN menjelaskan bahwa capung di dunia terancam punah dikarenkan tempat berkembang biaknya di air tawar semakin memburuk.

Baca juga: Mengenal Belalang, Serangga Herbivora Berperan Jaga Ekosistem, Bisa jadi Santapan Gurih

Penyebab dari penurunan spesies capung rawa dan lahan basah sudah sangat sulit untuk ditemukan, sehingga capung terancam punah lebih cepat dari biasanya. 

Menurut Viola Clausnitzer seorang ahli biologi mengakatkan, mengurangi jumlah capung akan menyebabkan jumlah nyamuk semakin meningkat. Keberadaan nyamuk dapat membawa penyakit seperti malaria dan demam berdarah di iklim hangat.

Berdasarkan data Red List IUCN pada kamis (9/12/21), jumlah spesies yang secara resmi terdaftar sebagai spesies terancam punah saat ini melibihi 40.000. hewan yang tinggal di sungai, menempati kategori terancam punah dari yang sebelumnya rentan karena kehilngan habitatnya.(Maisa Putri)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved