Berita Viral

Insiden Standing Tewaskan Bocah di Padang, Keluarga Korban Ingatkan Remaja Jangan Dikasih Motor

Keluarga bocah tewas tertimpa beton gegara aksi standing motor remaja di Padang mengingatkan agar para orang tua tidak kasih sepeda motor

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Masrizal saat memperlihatkan foto cucunya Gian (8) yang tewas gegara remaja standing motor saat ditemui di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (20/9/2023). 

Nenek korban meminta suaminya untuk melihat cucunya atau korban di Rumah Sakit Siti Rahmah.

Dikarenakan adanya perasaan tidak enak, Masrizal bersama dengan orang tua laki-laki dari korban berangkat ke Rumah Sakit Siti Rahmah.

"Sempat saya khilaf, karena disangka cucu saya ini tertabrak atau dijahati seseorang. Selanjutnya cucu saya dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, dan dinyatakan meninggal dunia saat Magrib," ujar Masrizal.

Baca juga: 2 Gadis Curi Motor dan Pakaian di Sijunjung, Beraksi usai Melihat Kunci Kos di Atas Meteran Listrik

Korban, kata dia, mengalami luka robek di kepala, leher patah, dan tangan kiri patah.

"Jadi, yang membuat saya sempat kalam atau khilaf adalah melihat kondisi cucu saya. Sampai-sampai saya mengatakan hal yang tidak didengar," katanya.

Setelah kejadian, sempat datang Kapolsek Koto Tangah, Camat Koto Tangah, dan Lurah Lubuk Minturun melayat ke rumahnya.

Untuk yang terbaru adalah kedatangan Walikota Padang Hendri Septa, dan Kapolresta Padang Kombes Pol Ferry Harahap ke rumahnya.

Kapolresta Padang datang memberikan dukungan supaya keluarganya tabah dan menerimanya musibah ini.

Kombes Pol Ferry Harahap sempat menanyakan apakah sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak.

"Saya sebagai kakek korban sudah mencabut laporan pengaduan ke Polisi," ujar Masrizal.

Baca juga: 2 Gadis Curi Motor dan Pakaian di Sijunjung, Beraksi usai Melihat Kunci Kos di Atas Meteran Listrik

Pihak kelurga saat memperlihatkan foto korban yang tertimpa dinding pembatas srea parkir dan tempat berwudhu di Masjid Raya Lubuk Minturun, Rabu (20/9/2023)
Pihak kelurga saat memperlihatkan foto korban yang tertimpa dinding pembatas srea parkir dan tempat berwudhu di Masjid Raya Lubuk Minturun, Rabu (20/9/2023) (ist)

Selanjutnya Kapolresta Padang dan Walikota Padang memohon supaya dinding yang masih ada sebagian dirubuhkan saja, dan diperbaiki kembali agar tidak lagi.

Selain itu, Masrizal mengingatkan agar masyarakat jangan mudah saja memberikan izin bagi anak di bawah umur untuk membawa sepeda motor.

"Sebagai kakek dari yang meninggal ini. Untuk masyarakat Indonesia, janganlah anak di bawah umur dikasih kendaraan. Itu akan mengakibatkan kejadian seperti contohnya yang dialami oleh cucu saya," katanya.

Masrizal memohon kepada setiap orang tua yang ada di Indonesia ini, janganlah dikasihkan sepeda motor kepada anak yang belum siap atau di belum cukup umur.

"Saya memohon kepada seluruh orang tua jang dikasih anak-anak sepeda motor, padahal belum berusia 17 tahun," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved