Citizen Journalism

Awas! Sindrom FOMO, dan Dampak Negatif terhadap Pemikiran Manusia

Fenomena FOMO sebenarnya sudah lama wujud dan tidak asing lagi di masyarakat. Kata FOMO itu sendiri bermaksud Fear Of Missing Out dan golongan ini seb

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Ilustrasi: Fenomena FOMO Fear Of Missing Out atau golongan yang cemas, sekiranya mereka ketinggalan atau dianggap sebagai tidak mengikut trend semasa. Semisal adanya tontonan konser grup musik yang digemari saat ini. 

Anis Asnira Binti Mohd Faizal, Mahasiswi Internship Universiti Kebangsaan Malaysia di FIB Unand

BELAKANGAN Fenomena FOMO sebenarnya sudah lama wujud dan tidak asing lagi di masyarakat. Kata FOMO itu sendiri bermaksud Fear Of Missing Out dan golongan ini sebenarnya takut sekiranya mereka ketinggalan atau dianggap sebagai tidak mengikut trend semasa.

Menurut TribunJatim.com, istilah FOMO ini sudah lama diperkenalkan yaitu sejak 2004 bagi memberi gambaran fenomena yang diamati di situs jejaring sosial.

Mereka yang berada dalam golongan FOMO ini terdiri dari berbagai peringkat umur. Namun, kebanyakannya adalah dari anak milenial yang sentiasa mengikut perkembangan trend terkini.

Mengutip dari Tribunnewswiki.com, fenomena ini juga disebut sebagai keinginan seseorang itu unrtuk terus berhubung dengan aktivitas orang lain.

Sikap mereka yang FOMO ini adalah sangat tidak baik untuk kesehatan mental. Hal ini karena, perkara ini sebenarnya mampu menyebabkan mereka yang tergolong dalam fenomena FOMO kurang atau tidak percaya diri.

Hal ini lama kelamaan menjejaskan cara pemikiran sekaligus membuatkan mereka mengalami masalah kesehatan mental seperti anxiety.

Timbulnya masalah seperti anxiety ini membuatkan mereka merasa resah, gelisah, cemas serta takut bahwa mereka akan melewatkan objek atau pengalaman berharga dan menarik yang orang lain miliki.

Dengan erti lainnya, mereka ini mempunyai satu perasaan yang mana mereka merasakan tidak puas dengan kehidupan yang dimiliki.

Tidak cuma itu, mereka yang tergolong dalam FOMO ini juga cenderung untuk merasa depresi. Hal ini karena, kegagalan mereka untuk mengikuti trend semasa akan menyebabkan mereka kepikiran dan memiliki satu mindset yang menyakan bahwa mereka tidak cukup bagus.

Hal ini karena kegagalan mereka untuk mengecapi hal mereka inginkan itu bisa menyebabkan mereka sedih dan menganggap bahawa mereka ketinggalan agak jauh.

Misalnya, berkenaan dengan acara sosial seperti konser dan sebagainya. Mereka yang tergolong dalam golongan FOMO yang gagal untuk memenuhi kemahuan mereka untuk menyertai sesuatu konser itu akan berasa sedih dan terkadangnya boleh mengakibatkan depresi.

Hal ini karena keinginan mereka yang begitu kuat untuk terikut-ikut dengan perkara yang dilakukan oleh orang lain. Mengutip dari Kompas.com, mereka beranggapan bahwa mereka kehilangan interaksi sosial yang penting.

Perasaan seperti itulah yang mendorong mereka untuk mencoba mengetahui dan memaksa mereka untuk turut melakukannya supaya tidak ketinggalan dari orang lain.

Salah satu situasi yang bisa dikaitkan dengan FOMO adalah ketika konser para selebritas internasional seperti Blackpink.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved