Kota Padang

Peradi Goes to School MAN 3 Padang, Miko Kamal: Punya Empati Takkan, Langgar Hukum

Giat Peradi Goes to School (PGtS) seri ke 21 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang pada Senin (21/8/2023) di mushalla sekolah di Banda Gadang

Tayang:
Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Peradi Goes to School (PGtS) seri ke 21 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang pada Senin (21/8/2023) di mushalla sekolah di Banda Gadang Koto Tangah,Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar berjalan sukses. 

GIAT Peradi Goes to School (PGtS) seri ke 21 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang pada Senin (21/8/2023) di mushalla sekolah di Banda Gadang Koto Tangah,Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar berjalan sukses.

 

PGtS ke 21 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah Afrizal, S.Ag itu diikuti oleh 150 orang siswa/siswi. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Afrizal menyampaikan terima kasih kepada pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Padang yang telah memilih MAN 3 Padang sebagai sekolah penyelenggaraan PGtS. Kepada para siswa peserta PGtS, Kepsek Afrizal berpesan agar mengikuti acara acara serius dan fokus.

 

"Insyaallah kegiatan PGtS ini akan bermanfaat bagi kalian sebagai siswa yang memiliki masa depan yang jauh di depan. Pencerahan hukum yang akan diberikan oleh pengurus Peradi insyaallah berguna sebagai bekal di kemudian hari", kata Kepsek Afrizal.

 

Adapun yang bertindak sebagai narasumber pada PGtS seri ke 21 adalah ketua DPC Peradi Padang Miko Kamal, PhD.

 

Dalam paparannya, Miko Kamal menekankan pentingnya siswa memiliki rasa empati kepada manusia dan lingkungan. Menurut Miko, punya empati atau tidaknya seseorang tergambar dalam kehidupan sehari-hari.

 

"Orang yang punya rasa empati yang tinggi pasti tidak mau melanggar hukum yang berlaku. Misalnya, dalam berlalu lintas di jalan raya. Pengendara kendaraan yang punya rasa empati tinggi, pasti memberikan jalan kepada pejalan kaki yang hendak menyeberang di zebra cross," ujar Miko.

 

Dikatakan Miko pengendara motor yang berempati tinggi pasti tidak akan menggunakan trotoar sebagai jalan bagi motornya. Juga, orang yang berempati tinggi pasti tidak akan membuang sampah pada tempatnya karena banyak mudarat dari membuang sampah sembarangan.

 

Di sela-sela paparannya, Miko juga membuat simulasi terkait saling ingat mengingatkan dalam kebaikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved