Kunci Jawaban

35 Contoh Soal Literasi Numerasi PPG dan Kunci Jawaban

Berikut contoh soal literasi numerasi PPG dan kunci jawaban. Contoh kalimat dengan pemakaian huruf kapital yang benar adalah...

Editor: Rizka Desri Yusfita
freepik
Berikut contoh soal literasi numerasi PPG dan kunci jawaban. Contoh kalimat dengan pemakaian huruf kapital yang benar adalah... 

Jawaban: 3 – 4 – 2 – 1

Soal 4

Berlaku curang pada saat mengikuti ulangan jika tidak diketahui guru memang menguntungkan. Bayangkan saja, tanpa harus bersusah-susah belajar, siswa yang berlaku curang mendapat nilai bagus untuk mata pelajaran yang diteskan. Namun, mereka tidak sadar bahwa kelakuan mereka ini menimbulkan ketidakadilan antarsiswa dalam penilaian. Siswa yang dengan bersusah payah belajar mempersiapkan ulangan, nilainya lebih rendah daripada siswa yang berlaku curang dengan menjiplak jawaban temannya atau dari buku pelajaran dan catatan. Lebih parah lagi, si pelaku merasa bangga dengan nilai yang didapatkannya. Mereka tidak peduli akan teman lain yang berlaku jujur, nilainya lebih rendah daripada mereka. Bahkan, mereka menyalahkan teman-temannya karena tidak berani berlaku curang. Padahal siswa yang tidak berlaku curang telah berlaku jujur ketika mengikuti ulangan.

Simpulan yang tepat untuk bacaan tersebut...

Jawaban: Berlaku curang ketika mengerjakan ulangan menimbulkan ketidakadilan antarsiswa dalam penilaian

Soal 5

Pada umumnya, sakit tenggorokan disebabkan oleh virus. Biasanya, terkait dengan tanda-tanda penyakit saluran napas lainnya. Seperti, hidung tersumbat atau batuk. Kebanyakan sakit tenggorokan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk membantu agar lebih nyaman ketika sakit, dapat dilakukan dengan minum air hangat yang diberi air perasan jeruk lemon dan madu.

Simpulan paragraf tersebut yang tepat adalah...

Jawaban: Sakit tenggorokan dapat dikurangi dengan minum air perasan jeruk lemon dan madu

Soal 6

Ramin Tak Kunjung Pulang

Ramin nyaris menjerit, tangannya tertumbuk dahan hanyut saat buru-buru sembunyi di dalam pelukan akar, untung ia segera melihat dahan itu. Hampir ia mengira dahan itu adalah mulut buaya yang siap menelan lengannya. Teringat lagi ia pada Aco, sejak semusim lalu ia ikut Dadan karena hasil cengkehnya tak bagus, sementara tengkulaknya minta selalu dibayar. Aco tertangkap petugas saat adu mulut di warung nasi lemak lantaran ia mengumpat pada preman yang menutupi jalan.

Hari itu memang perpaduan nasib sial jatuh di hadapan Aco. Umpatannya didengar preman, adu mulut terjadi, dan petugas sedang lewat. Apes, Aco lalu dibawa petugas, digiring bagai ternak ke tengah lapangan, dipukuli dengan bengis saat mencoba kabur, ditanyai macam-macam, didenda hingga ia tak sanggup bayar, diambil hasil kerjanya satu musim, dideportasi, pulang ke rumah dengan tangan hampa, ditunggu tengkulak pula. Bah! Hilang sudah satu kebun cengkeh dirundung sial.

Gara-gara Aco juga, petugas kini memburu Ramin dan Dadan. Ternyata Dadan memang sudah dicari-cari petugas karena beberapa kali memasukkan tenaga kerja tanpa izin. Ramin memang tak berpikir panjang saat berangkat kerja dengan Dadan, yang penting ia bisa membawa pulang uang untuk menikahkan anaknya, buat pengobatan sakit gula ayahnya, dan sisanya bisa ia belikan mesin cuci yang saban hari diminta istrinya. Ramin tak mau nasib nahas Aco terjadi pada dirinya. Wajah sumringah anak gadisnya sudah terbayang girang menyambutnya dengan ransel penuh uang.

Bunyi langkah mendekat, pelan, Ramin membeku, sekuat-kuatnya menahan napas. Baginya lebih baik tak bernapas daripada tertangkap petugas-petugas berwajah garang itu. Bisik-bisik makin kencang. Ramin memutar otak. Kalau mereka melihat rumput-rumput rebah itu, atau kalau ada satu dua orang cukup jitu tebakannya, mungkin mereka bisa yakin

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved