Harimau di Solok Selatan

Warga Diminta Jangan Terlalu Panik Pasca Kemunculan Harimau di Solok Selatan

Masyarakat Jorong Tandai Simpang Tigo, Nagari Lubuak Gadang Tenggara, Solok Selatan, diminta tidak terlalu panik pasca kemunculan harimau sumatera ...

Tayang:
Penulis: Nandito Putra | Editor: Fuadi Zikri
istimewa
Jejak kaki seekor harimau sumatra yang masuk ke pemukiman warga di Nagari Lubuk Gadang Tenggara, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. 

Syahrizal mengatakan yang pertama kali melihat harimau melintas di jalan penghubung antara Lubuak Gadang - Padang Aro itu adalah seorang warga bernama Adi, sekira pukul 13.00 WIB.

Ketika itu, kata Syahrizal, Adi dan seorang temannya hendak menuju Padang Aro dan di kejauhan ia melihat seekor harimau.

Momen kemunculan harimau tersebut sempat difoto oleh Adi dari jarak yang cukup jauh.

Seekor harimau Sumatera terekam camera trap di kawasan Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Selasa (6/12/2022)
Seekor harimau Sumatera terekam camera trap di kawasan Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Selasa (6/12/2022) (Istimewa)

Tidak jauh dari jalan tersebut, kata Syahrizal juga ditemukan jejak kaki harimau di jalan tanah.

Ia menyebut lokasi ditemukan jejak kaki harimau itu berada dekat dengan kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Syahrizal mengatakan setelah itu sejumlah warga merasa panik dan ketakutan pasca kemunculan harimau tersebut.

Baca juga: Jejak Harimau Sumatera Resmi Berbadan Hukum, Sumatera Barat Kini Punya Yayasan Peduli Harimau

"Setelah itu ada beberapa informasi yang beredar bahwa ada warga lainnya mengaku juga melihat harimau saat memanen jengkol di kawasan tersebut," jelasnya.

Ia mengatakan saat ini pihak nagari sudah berkoordinasi dengan tim WRU dari BKSD Sumbar.

"Sudah dua hari ini tim BKSDA memantau kondisi di lapangan. Tapi belum ada informasi terbaru terkait keberadaan harimau di dekat pemukiman warga," ujarnya.

Terkait informasi bahwa ada warga yang mendengar suara auman harimau di belakang rumahnya, Syahrizal berkata itu masih dugaan.

Ia mengatakan tim dari BKSDA sudah meminta keterangan dari warga tersebut.

"Berdasarkan pertemuan dengan warga, sejauh ini belum bisa dipastikan kebenarannya apakah suara itu memang dari harimau. Sebab di sekitar lokasi tidak ada tanda-tanda berupa jejak kaki dan bekas cakaran," katanya.

Baca juga: Sapi Korban Cakaran Harimau di Pasaman Mulai Membaik, BKSDA Pasang Kamera Trap Sekitar Lokasi

Kendati demikian, Syahrizal mengimbau kepada warga agar tidak panik dan memitigasi risiko konflik dengan harimau sumatera.

"BKSDA juga sudah meminta agar tetap tingkatkan kewaspadaan, tidak bepergian sendiri ke ladang dan bagi petani jangan terlalu sore balik ke rumah," katanya.

________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved