Kabupaten Solok Selatan
2.777 Warga Solsel Terjebak Kemiskiman Ekstrem, Pemkab Targetkan Nol pada 2024
Yulian Efi mengatakan tingkat kemiskinan ekstrem di Solok Selatan sudah mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Penulis: Nandito Putra | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan menargetkan tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di daerah itu pada 2024 mendatang.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi dalam Rapat Kerja Teknis Percepatan (RKTP) Penghapusan Kemiskinan Ekstrem pada Selasa (14/4/2023).
Yulian Efi mengatakan tingkat kemiskinan ekstrem di Solok Selatan sudah mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Ia mengatakan pada 2021 angka kemiskinan ekstrem di Solok Selatan sebanyak 1,8 persen atau 3.204 jiwa dan berkurang menjadi 1,5 persen atau sebanyak 2.777 jiwa pada 2022.
"Namun demikian, kita tidak boleh berpuas diri untuk mencapai target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2024 nanti. Kita harus bersinergi, berkolaborasi, dan berkomitmen serta bekerja keras tanpa henti untuk mencapai target tersebut," katanya.
Baca juga: Anggarkan Rp 3,6 Miliar, Pemko Solok akan Renovasi 103 Rumah Tidak Layak Huni
Yulian yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) ini menyampaikan dalam hal penurunan kemiskinan ekstrem, Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) adalah modal utama.
Sebab dari data ini nantinya akan dilakukan berbagai upaya intervensi langsung ke masyarakat.
Menurutnya saat ini upaya yang dilakukan masih bersifat makro, sehingga kurang optimal dan masih perlu menyasar langsung ke masyarakat yang mengalami kondisi kemiskinan ekstrem.
"Beberapa program sudah disusun seperti bantuan seragam, bantuan sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan non tunai, bantuan rumah tidak layak huni, bantuan bibit, jamkesda, bantuan lansia, dan masih banyak lainnya. Sudah banyak bantuan yang disampaikan," terangnya.
Ia juga menginstruksikan kepada jorong dan nagari untuk memberikan perhatian lebih kepada masyarakatnya.
Baca juga: Pemkab Targetkan Seluruh Masyarakat Solok Selatan Terdaftar BPJS pada 2024
"Jangan hanya sampaikan data tapi tidak ada solusi. Nagari, jorong agar bekerja teliti dan berinovasi masing-masing untuk penanganannya. Kami tidak ingin ada masyarakat yang miskin tapi malah tidak tahu," ungkapnya.
Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Solok Selatan, Hajrul Azmi Basyir menjelaskan kemiskinan ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan, minuman, sanitasi, tempat tinggal.
Lalu indikator kemiskinan ekstrem ini juga dilihat dari pendapatan penduduk yang hanya Rp 10.739 per kapita per hari.
"Rangkuman survei BPS di Sumatera Barat turun 0,91 persen pada Maret 2021 jadi 0,77 persen Maret 2022. Dari 19 kabupaten/kota, 11 kabupaten/kota mengalami menurunan tingkat kemiskinan esktrem dari 2021 ke 2022. Solok Selatan salah satu yang turun kemiskinan ekstremnya," terangnya.
Saat ini, kata Hajrul sudah terdapat 6.000 penduduk yang masuk dalam PKH.
Baca juga: RKPD 2024 Solok Selatan, Bupati Komitmen Buat Program Unggulan Berdampak Langsung ke Masyarakat
Untuk itu diperlukan sharing keterpaduan data dan kolaborasi pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten untuk intervensi pemberian manfaat tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kemiskonan-ekstrem.jpg)